Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya berpusat di kota-kota besar, melainkan bertumpu pada desa. Ia menyebut petani, nelayan, pedagang, perajin, perempuan kepala keluarga, hingga anak muda perintis usaha di kampung sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Pernyataan ini menandai arah kebijakan pemerintah yang mengarahkan lebih banyak program ke infrastruktur dan kelembagaan ekonomi di tingkat desa.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah membangun jembatan desa guna memperlancar konektivitas antarwilayah. Sepanjang 2026, sebanyak 2.500 jembatan telah dirampungkan oleh TNI dan sekitar 800 jembatan oleh Polri, dengan target total 5.000 jembatan selesai hingga akhir tahun. Pemerintah juga mencatat 3.000 titik air bersih baru dibangun TNI dalam delapan bulan pertama 2026 untuk menjangkau desa yang sebelumnya kesulitan air, sehingga anak-anak tak perlu lagi menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah.

Kebijakan utama lainnya adalah pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, yang diposisikan sebagai pusat ekonomi rakyat di tingkat desa. Hingga saat ini tercatat 10.000 koperasi telah beroperasi, namun baru 3.300 di antaranya berjalan optimal dengan sarana lengkap dan stok barang yang dipantau lewat sistem digital terpusat, sementara sisanya masih dalam tahap penyesuaian. Sebagian koperasi yang sudah optimal mulai berfungsi sebagai offtaker, yaitu pembeli tetap hasil panen dan tangkapan nelayan setempat.