Presiden Prabowo Subianto menyoroti selisih besar antara harga jual minyak sawit mentah (CPO) dari Indonesia dengan harga yang terbentuk di pasar internasional, dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Ia menyebut kondisi ini membuat Indonesia kehilangan sebagian besar nilai ekonomi dari komoditas andalannya sendiri, meski negara pembanding seperti Belanda sama sekali tidak memiliki kebun sawit.
Menurut Presiden Prabowo, CPO Indonesia sebelumnya dijual di pelabuhan dalam negeri dengan harga sekitar Rp15.000 per kilogram, sementara harga yang terbentuk di bursa CPO Rotterdam, Belanda, mencapai Rp27.000 per kilogram. Selisih itu, kata dia, membuat Indonesia kehilangan hampir separuh nilai ekonomi dari komoditas sawitnya sendiri hanya karena harga acuan ditentukan di pasar luar negeri.
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Untuk mengatasi kebocoran nilai tersebut, pemerintah membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), lembaga yang mulai beroperasi sejak 1 Juni 2026 untuk memperkuat pengelolaan dan pengawasan uang hasil ekspor komoditas strategis. Dalam dua bulan 13 hari sejak beroperasi, DSI telah memantau lebih dari 6.500 transaksi ekspor dari tiga komoditas strategis senilai total US$14 miliar, dan menemukan potensi tambahan pemasukan sebesar US$5 miliar dari penyesuaian harga, kualitas, serta pembayaran devisa hasil ekspor.
Presiden Prabowo menyampaikan pengawasan DSI ke depan akan diperluas hingga mencakup 50 pelabuhan di 25 provinsi, dengan target akhir seluruh komoditas ekspor strategis masuk dalam pengawasan lembaga tersebut, tidak lagi terbatas pada tiga komoditas yang dipantau saat ini. Ia menegaskan penguatan pengawasan ini bertujuan memastikan kekayaan alam Indonesia memberi manfaat lebih besar bagi negara dan masyarakat, bukan dinikmati pihak tertentu di dalam maupun luar negeri.
