J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk semester I 2026 yang telah ditelaah secara terbatas oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris, anggota jaringan Moore Global. Laporan ditandatangani secara elektronik oleh Corporate Secretary Edi Permadi dan diserahkan ke Bursa Efek Indonesia pada 1 September 2026. Penjualan perusahaan tercatat US$160,6 juta pada semester I 2026, naik dari US$140,3 juta pada periode yang sama tahun lalu, sementara total ekuitas per 30 Juni 2026 sebesar US$435,5 juta.
Laba kotor PSAB naik menjadi US$141,7 juta dari US$88 juta. Kenaikan laba bersih yang jauh lebih besar, dari US$29,4 juta menjadi US$186,6 juta, terutama didorong oleh keuntungan satu kali dari pelepasan salah satu entitas anak senilai US$298,6 juta. Laba per saham pun melonjak menjadi US$0,0067 dari US$0,0007. Namun di sisi lain, perusahaan juga mencatat beban penurunan nilai sebesar US$25 juta pada properti pertambangan dan US$59,6 juta pada aset tetap, serta beban amortisasi dan penghapusan aset yang melonjak menjadi US$105,6 juta dari US$7,5 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam surat terpisah tertanggal 31 Agustus 2026 kepada BEI, PSAB menjelaskan perubahan lebih dari 20 persen pada total aset dan liabilitasnya sesuai Peraturan BEI Nomor I-E. Total liabilitas turun 45 persen dari US$367 juta menjadi US$201,4 juta karena pelunasan sebagian besar utang jangka panjang, termasuk pinjaman bank jangka panjang yang menyusut dari US$95,9 juta menjadi US$10,6 juta dan pinjaman dari pihak berelasi sebesar US$38,2 juta yang kini lunas seluruhnya. Total aset turun 22 persen dari US$821,6 juta menjadi US$636,9 juta, yang menurut perusahaan disebabkan oleh pelepasan salah satu anak usaha, pembayaran utang, pembagian dividen tunai, dan penyesuaian nilai aset tidak lancar. Posisi kas dan setara kas perusahaan juga menyusut dari US$26,4 juta menjadi US$17,1 juta, sementara pos investasi melonjak dari US$3,3 juta menjadi US$195,4 juta.
