PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menyampaikan surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia atas perubahan lebih dari 20 persen pada total aset dan liabilitasnya, sebagaimana diwajibkan Peraturan BEI Nomor I-E butir III.1.1.4. Berdasarkan laporan keuangan interim yang ditelaah terbatas oleh KAP Mirawati Sensi Idris per 30 Juni 2026, total liabilitas perusahaan turun menjadi US$201,36 juta dari US$367,04 juta pada akhir 2025, atau berkurang US$165,68 juta setara 45 persen. Perusahaan menyebut penurunan ini terutama karena pelunasan sebagian besar utang jangka panjang: pinjaman dari pihak berelasi yang sebelumnya US$38,17 juta kini nol, sementara sisa pinjaman bank jangka panjang turun dari US$95,92 juta menjadi US$10,56 juta.

Di sisi aset, total aset PSAB turun menjadi US$636,87 juta dari US$821,57 juta, berkurang US$184,70 juta atau 22 persen. Perusahaan menjelaskan penyebabnya adalah pelepasan salah satu anak usaha, pembayaran utang, pembagian dividen tunai, dan penyesuaian nilai aset tidak lancar. Dalam neraca, aset tetap turun dari US$205,75 juta menjadi US$164,50 juta dan properti pertambangan turun tajam dari US$240,74 juta menjadi US$109,08 juta. Pos aset senilai US$234,36 juta yang tercatat sebagai 'dimiliki untuk dijual' pada akhir 2025 sudah tidak muncul lagi di neraca Juni 2026, menandakan transaksi pelepasan anak usaha tersebut telah rampung pada semester pertama tahun ini.

Laporan laba rugi interim mencatat laba periode berjalan melonjak menjadi US$186,57 juta dari US$29,42 juta pada semester I 2025, dengan laba per saham naik dari 0,0007 menjadi 0,0067 dolar AS. Namun di dalam angka itu terselip keuntungan satu kali dari pelepasan anak usaha senilai US$298,6 juta, sementara pada periode yang sama perusahaan juga mencatat kerugian penurunan nilai properti pertambangan US$25,02 juta, kerugian penurunan nilai aset tetap US$59,58 juta, serta beban amortisasi dan penghapusan US$105,57 juta. Kepentingan nonpengendali di neraca, yang mencerminkan porsi pemegang saham minoritas di anak usaha, susut drastis dari US$115,17 juta menjadi hanya US$11.359, sejalan dengan lepasnya anak usaha yang sebelumnya dikonsolidasikan dengan kepemilikan minoritas signifikan.