PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyampaikan koreksi atas surat keterbukaan informasi sebelumnya terkait materi public expose tahunan. Koreksi ini hanya memperbaiki nomor rujukan surat, bukan mengubah isi materi. Dokumen ditandatangani secara elektronik oleh Corporate Secretary & Legal Supriyanti Priandini pada 8 September 2026 pukul 15.48 WIB, dan memuat materi presentasi lengkap untuk public expose yang dijadwalkan 10 September 2026 dengan Direktur Utama Sumantri sebagai presenter utama.
Materi tersebut mengungkap perubahan besar di neraca RATU per semester I 2026. Total aset melonjak jadi US$231,8 juta dari US$76,0 juta pada akhir 2025, didorong akuisisi SMS Development Ltd (SMSD) senilai US$121,5 juta yang memberi RATU 20 persen participating interest tidak langsung di Blok Selat Madura lewat anak usahanya, PT Raharja Energi Madura3 (REM). Akuisisi ini dibiayai lewat penerbitan obligasi Rp800 miliar bertenor 5 dan 7 tahun berperingkat idA dari Pefindo, serta fasilitas kredit bilateral US$109,2 juta dari Bank Mandiri. Akibatnya, total liabilitas naik ke US$166,8 juta dan ekuitas ke US$65,0 juta, sementara rasio utang terhadap ekuitas (DER) melonjak ke 2,42 kali dari 1,05 kali pada kuartal sebelumnya, meski perseroan menegaskan masih jauh di bawah batas kovenan kreditur sebesar 4,0 kali.
Dari sisi profitabilitas, RATU mencatat margin EBITDA 82,99 persen dan margin laba bersih 60,61 persen pada kuartal II 2026, tertinggi dalam delapan kuartal terakhir, ditopang kenaikan laba dari entitas asosiasi dan keuntungan pembelian di bawah nilai wajar dari akuisisi SMSD. Return on equity (ROE) menguat ke 47,81 persen, sementara return on assets (ROA) justru turun ke 13,41 persen seiring ekspansi aset. Rasio kemampuan bayar utang (DSCR) turun ke 1,80 kali dari 3,02 kali pada kuartal sebelumnya. Materi ini juga mencantumkan bahwa RUPS Tahunan 7 Mei 2026 telah menyetujui dividen tunai Rp122,18 miliar, atau setara Rp45 per saham.
Bagian pencapaian perusahaan merinci perjalanan RATU sejak IPO pada 8 Januari 2025 di harga Rp1.150 per saham yang menghimpun dana Rp624 miliar dengan porsi publik 20 persen, disusul masuknya RATU ke indeks MSCI Small Cap pada kuartal I 2025, peringkat korporasi idA dari Pefindo pada kuartal III 2025, dan keanggotaan indeks IDX80 pada kuartal IV 2025. Dari sisi aset, Blok Cepu tercatat memiliki cadangan tersisa 272 juta barel setara minyak dengan produksi rata-rata 127 ribu barel per hari hingga Juni 2026, Blok Jabung memiliki cadangan 234 juta barel setara minyak dengan produksi 47,2 ribu barel setara minyak per hari, sementara Blok Selat Madura mencatat cadangan gas 584 miliar kaki kubik dengan produksi 219 juta kaki kubik gas per hari ditambah 2.900 barel kondensat per hari.
