PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) menyampaikan materi Public Expose Tahunan yang dipresentasikan pada 8 September 2026. Dokumen dikirim ke Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 543/RSI/IX/2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Nurwati Tunggal pada 3 September 2026, merujuk pada pengumuman rencana public expose sebelumnya. Materi berisi profil perusahaan, kegiatan usaha, kinerja keuangan, serta sasaran dan strategi Perseroan.

Dari sisi kinerja, pendapatan usaha RELI pada semester I 2026 tercatat Rp15,49 miliar, turun 5,96 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Laba bersihnya turun lebih dalam, anjlok 43,58 persen menjadi Rp2,73 miliar. Meski begitu, rasio margin masih terjaga dengan EBITDA margin 26,90 persen, NIM 19,44 persen, OPM 17,63 persen, dan GPM 3,12 persen. Pendapatan dari segmen transaksi bursa justru naik 31,22 persen menjadi Rp8,74 miliar, sementara transaksi obligasi melonjak menjadi Rp152,95 miliar dari Rp55,87 miliar pada semester I 2025, dengan frekuensi transaksi naik dari 92 kali menjadi 144 kali.

Dari sisi permodalan, posisi Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Perseroan per akhir Desember 2025 tercatat Rp216 miliar, 49 persen di atas ketentuan dan naik year on year, kemudian bertambah menjadi Rp256 miliar per Juni 2026 atau naik 18,16 persen sejak awal tahun. Total nilai transaksi sepanjang 2025 mencapai Rp12 triliun, naik 16,84 persen, dan pada semester I 2026 tercatat Rp5,4 triliun, naik 15,27 persen. Struktur pemegang saham RELI per dokumen ini terdiri dari PT Reliance Capital Management yang menguasai 1.556.887.135 saham atau 84,99 persen, dan publik sebesar 243.112.865 saham atau 15,01 persen, dari total 1.800.000.000 saham. Anak usaha Reliance Manajer Investasi mengelola dana kelolaan Rp355,62 miliar per 30 Juni 2026, dan produk DIRE RCCR yang dikelolanya berencana dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 2026.