PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen roti Sari Roti, melaporkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 59,6 persen menjadi Rp55,27 miliar untuk periode sembilan bulan pertama 2026, dari Rp136,70 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Penurunan ini terjadi meski pendapatan perusahaan nyaris flat di Rp2,74 triliun, turun tipis 0,1 persen dibanding periode sebelumnya. Laba per saham dasar ikut turun dari Rp24,22 menjadi Rp9,83.

Tekanan datang dari sisi beban. Beban usaha naik 5,4 persen menjadi Rp1,37 triliun, sementara laba bruto turun 1,6 persen menjadi Rp1,41 triliun karena beban pokok penjualan naik 1,5 persen menjadi Rp1,33 triliun. Akibatnya, laba usaha anjlok 43,1 persen menjadi Rp122,59 miliar dari Rp215,40 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban keuangan relatif stabil di kisaran Rp47,6 miliar.

Di sisi neraca, kas dan setara kas perusahaan turun 32,5 persen menjadi Rp182,49 miliar per akhir September 2026, dari Rp270,52 miliar pada akhir 2025. Sebaliknya, pinjaman bank jangka pendek melonjak 141 persen menjadi Rp425 miliar dari Rp176,13 miliar. Total ekuitas turun 19,5 persen menjadi Rp1,65 triliun, terutama karena perseroan membayar dividen Rp450,01 miliar sepanjang periode ini, mendekati nilai dividen tahun sebelumnya. Arus kas dari aktivitas operasi juga mengecil 10,3 persen menjadi Rp250,00 miliar dari Rp278,80 miliar.