Rupiah Melemah ke Rp17.847, BI Tetap Intervensi Jelang BI Rate
Kurs rupiah melemah 0,28 persen ke Rp17.847 per dolar AS pada Selasa pagi meski BI terus intervensi pasar NDF, jelang pengumuman BI Rate yang diperkirakan tetap di 5,75 persen pada Rabu (19/8).
18 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Ilustrasi AI
Arahnya ke mana
Yang berubah konkret adalah kurs transaksi rupiah, melemah 49 poin atau 0,28 persen ke Rp17.847 per dolar AS pada Selasa pagi, sementara data kurs referensi BI (Jisdor) justru sempat menguat pekan lalu. Pelemahan ini terjadi walau Bank Indonesia disebut terus masuk ke pasar NDF, transaksi forward valuta asing di luar negeri yang dipakai bank sentral meredam gejolak kurs tanpa langsung menjual dolar di pasar dalam negeri. Pihak yang paling terasa dampaknya adalah importir dan pelaku usaha dengan kewajiban dalam dolar, karena barang impor dan cicilan utang valas jadi sedikit lebih mahal. Dengan pelemahan yang masih tergolong kecil dan ekonom memperkirakan BI menahan suku bunga di 5,75 persen, arahnya tampak BI memilih terus mengandalkan intervensi pasar valas ketimbang menaikkan bunga untuk menahan rupiah, dan itu akan langsung terkonfirmasi dari pengumuman BI Rate Rabu, 19 Agustus 2026.
Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp17.847 per dolar Amerika Serikat pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026, meski Bank Indonesia disebut masih aktif turun tangan di pasar NDF untuk menahan gejolak kurs. Pelemahan ini terjadi tepat menjelang pengumuman suku bunga acuan BI yang dijadwalkan Rabu, sehingga pergerakan rupiah beberapa hari ke depan akan jadi sorotan utama pelaku pasar.
Berdasarkan data transaksi hingga pukul 09.00 WIB, rupiah melemah 49 poin atau 0,28 persen dibanding posisi sebelumnya di Rp17.798 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jisdor yang dirilis BI justru menunjukkan penguatan pada pekan lalu, dari Rp17.882 pada Kamis, 13 Agustus, menjadi Rp17.836 pada Jumat, 14 Agustus, atau menguat 46 poin.
Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyebut BI tetap masuk melakukan intervensi di pasar NDF bahkan pada masa libur peringatan HUT ke-81 RI, sebagai upaya menstabilkan rupiah. Ia menilai fundamental perekonomian Indonesia masih baik, dan pemerintah telah memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan digitalisasi dan kecerdasan buatan.
Fokus pasar pekan ini tertuju pada pengumuman suku bunga BI Rate yang akan disampaikan Rabu, 19 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil di tengah kebutuhan menjaga kinerja rupiah sekaligus memastikan kebijakan moneter tidak semakin membebani momentum pertumbuhan domestik, dengan mayoritas ekonom memperkirakan BI akan kembali menahan suku bunga di level 5,75 persen.
Artikel ini informasi, bukan ajakan atau rekomendasi membeli maupun menjual instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi beserta risikonya sepenuhnya tanggung jawab pembaca.
rupiahBI Ratekurs dolarBank Indonesia
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.