Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp17.847 per dolar Amerika Serikat pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026, meski Bank Indonesia disebut masih aktif turun tangan di pasar NDF untuk menahan gejolak kurs. Pelemahan ini terjadi tepat menjelang pengumuman suku bunga acuan BI yang dijadwalkan Rabu, sehingga pergerakan rupiah beberapa hari ke depan akan jadi sorotan utama pelaku pasar.

Berdasarkan data transaksi hingga pukul 09.00 WIB, rupiah melemah 49 poin atau 0,28 persen dibanding posisi sebelumnya di Rp17.798 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jisdor yang dirilis BI justru menunjukkan penguatan pada pekan lalu, dari Rp17.882 pada Kamis, 13 Agustus, menjadi Rp17.836 pada Jumat, 14 Agustus, atau menguat 46 poin.

Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menyebut BI tetap masuk melakukan intervensi di pasar NDF bahkan pada masa libur peringatan HUT ke-81 RI, sebagai upaya menstabilkan rupiah. Ia menilai fundamental perekonomian Indonesia masih baik, dan pemerintah telah memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Fokus pasar pekan ini tertuju pada pengumuman suku bunga BI Rate yang akan disampaikan Rabu, 19 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil di tengah kebutuhan menjaga kinerja rupiah sekaligus memastikan kebijakan moneter tidak semakin membebani momentum pertumbuhan domestik, dengan mayoritas ekonom memperkirakan BI akan kembali menahan suku bunga di level 5,75 persen.