PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pemegang lisensi Pizza Hut di Indonesia, menyampaikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi sahamnya. Dalam surat bernomor S-11206/BEI.PP1/09-2026 tertanggal 1 September 2026, bursa mencatat bahwa pada 31 Agustus 2026 volume perdagangan saham PZZA melonjak menjadi 5.419.100 saham dengan frekuensi 301 kali transaksi, naik tajam dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 1.157.000 saham dengan 117 kali transaksi. Harga saham juga ditutup naik Rp21 atau 11,48 persen, dari Rp183 menjadi Rp204.

Menjawab enam pertanyaan standar yang diajukan bursa, Corporate Secretary PZZA Andromeda Tristanto menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal, baik menurut POJK Nomor 31/POJK.04/2015 maupun ketentuan III.2.1 Peraturan Bursa Nomor I-E. Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan saham, serta tidak memiliki rencana tindakan korporasi yang bisa memengaruhi status pencatatan sahamnya di bursa dalam tiga bulan ke depan.

Terkait rencana pemegang saham utama dan pengendali, perseroan menyampaikan bahwa berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, tidak ada rencana perubahan kepemilikan saham yang berdampak material terhadap struktur kepemilikan. Surat tanggapan ini ditandatangani pada 2 September 2026, sehari setelah surat permintaan penjelasan dari bursa diterbitkan.