SANF menyampaikan revisi laporan realisasi penggunaan dana hasil Obligasi Berkelanjutan V SANF Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2026, yang efektif sejak 25 Februari 2026. Total dana yang terkumpul dari penerbitan obligasi ini mencapai Rp1,2 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp3.555.593.855, hasil realisasi bersih yang diterima SANF menjadi Rp1.196.444.406.145.

Sesuai prospektus, seluruh hasil realisasi bersih tersebut direncanakan untuk modal kerja. Laporan ini menyatakan realisasinya sama persis dengan rencana, yaitu seluruh Rp1.196.444.406.145 sudah disalurkan untuk modal kerja atau 100 persen dari rencana, sehingga sisa dana yang belum terpakai tercatat nol.

Rincian biaya penawaran umum mencakup biaya jasa penjaminan (underwriting fee) Rp654.000.000, biaya jasa penyelenggaraan (management fee) Rp1.046.400.000, biaya jasa penjualan (selling fee) Rp654.000.000, biaya profesi penunjang pasar modal Rp451.750.000, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp432.450.000, biaya jasa konsultasi keuangan nol, dan biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi sebesar Rp316.993.855.

Laporan ini merupakan revisi yang diajukan SANF menyusul surat tanggapan Otoritas Jasa Keuangan bernomor S-2441/PM.221/2026 atas laporan realisasi penggunaan dana periode 30 Juni 2026, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Revisi ini disampaikan bersamaan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia, ditandatangani oleh Corporate Secretary SANF, Davin Susanto.