Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC), distributor obat resep, obat bebas, dan alat kesehatan yang berkantor pusat di Bekasi, melaporkan penjualan bersih sebesar Rp3,28 triliun untuk sembilan bulan pertama 2026, naik 9,28 persen dari Rp3,00 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor naik dari Rp256,88 miliar menjadi Rp283,07 miliar, sementara laba usaha bertambah dari Rp79,87 miliar menjadi Rp93,05 miliar. Setelah memperhitungkan beban keuangan bersih sebesar Rp51,74 miliar, laba bersih yang menjadi bagian pemegang saham Perseroan tercatat Rp30,43 miliar, melonjak 49,3 persen dari Rp20,39 miliar pada September 2025. Laba per saham ikut naik dari Rp16 menjadi Rp23,88.
Dari sisi neraca per 30 September 2026, total aset Perseroan tercatat Rp2,11 triliun, naik 7,83 persen dari Rp1,96 triliun pada akhir Desember 2025. Kenaikan terbesar ada pada piutang usaha pihak ketiga yang bertambah dari Rp812,00 miliar menjadi Rp981,42 miliar, sejalan dengan kenaikan penjualan. Total liabilitas naik 7,72 persen menjadi Rp1,77 triliun, terutama karena utang bank jangka pendek yang bertambah dari Rp749,56 miliar menjadi Rp812,58 miliar. Ekuitas Perseroan tumbuh 8,43 persen menjadi Rp342,01 miliar, setelah dikurangi dividen yang dibagikan sebesar Rp3,82 miliar untuk periode berjalan, naik dari Rp2,55 miliar pada periode sebelumnya.
Yang patut dicermati, arus kas dari kegiatan operasi justru berbalik menjadi negatif Rp18,43 miliar pada sembilan bulan ini, dibandingkan arus kas positif Rp16,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp3,11 triliun tidak cukup menutupi pembayaran ke pemasok dan karyawan yang mencapai Rp3,12 triliun, ditambah pembayaran pajak penghasilan yang melonjak menjadi Rp64,50 miliar dari Rp16,77 miliar tahun lalu, meski ada penerimaan tagihan restitusi pajak sebesar Rp108,04 miliar. Kekurangan kas operasional itu ditutup lewat aktivitas pendanaan yang menghasilkan kas masuk bersih Rp42,13 miliar, terutama dari penarikan utang bank baru, sehingga kas dan setara kas Perseroan di akhir September 2026 tetap naik menjadi Rp79,57 miliar dari Rp62,84 miliar di akhir 2025.
