PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) melaporkan produksi tandan buah segar dari perkebunan inti naik 4 persen secara tahunan menjadi 2 juta ton sepanjang Januari hingga September 2026. Produksi minyak sawit mentah atau CPO naik lebih tinggi, 13 persen menjadi 580 ribu ton, seiring tingkat ekstraksi CPO yang naik dari 20,5 persen menjadi 21,6 persen. Penjualan eksternal grup, setelah dikurangi transaksi antar segmen, naik 5 persen menjadi Rp15,64 triliun. Porsi penjualan Divisi Minyak dan Lemak Nabati membesar menjadi 77 persen dari total penjualan, dari sebelumnya 70 persen setahun lalu, sementara porsi Divisi Perkebunan turun menjadi 23 persen dari 30 persen.

Kenaikan harga jual rata-rata dan volume produk sawit maupun minyak goreng mendorong laba bruto perusahaan naik 22 persen menjadi Rp4,43 triliun, dengan margin laba bruto melebar dari 24 persen menjadi 28 persen. Laba usaha naik lebih tajam lagi, 40 persen menjadi Rp3,86 triliun, dengan margin usaha naik dari 18 persen ke 25 persen. Laba periode berjalan yang menjadi hak pemegang saham induk naik 45 persen menjadi Rp2,05 triliun, setara laba per saham Rp132, naik dari Rp92 pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi keuangan, total aset SIMP per akhir September 2026 tercatat Rp43,76 triliun, naik dari Rp41,38 triliun pada akhir 2025, dengan kas dan setara kas bertambah menjadi Rp9,30 triliun dari Rp8,35 triliun. Utang berbunga turun menjadi Rp9,05 triliun dari Rp9,50 triliun, sementara ekuitas bertambah menjadi Rp28,77 triliun dari Rp26,60 triliun. Luas area tanam inti perusahaan per akhir September 2026 tercatat 277.109 hektare, terdiri dari 235.944 hektare kelapa sawit, 15.717 hektare karet, 12.200 hektare tebu, dan 13.248 hektare tanaman lain.