PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyampaikan laporan keuangan per 31 Juli 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, sepekan setelah perusahaan merampungkan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) atau rights issue pada 22 Juli 2026. Surat yang ditandatangani Direktur Utama Amir Antolis dan ditujukan kepada Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin itu menegaskan bahwa laporan ini sengaja disampaikan untuk menunjukkan ekuitas perusahaan telah berubah dari negatif menjadi positif.

Berdasarkan laporan posisi keuangan, total ekuitas SINI melonjak dari defisit Rp687,4 miliar per akhir Desember 2025 menjadi positif Rp3,59 triliun per 31 Juli 2026. Perbaikan ini terutama berasal dari tambahan modal disetor yang berbalik dari minus Rp733,4 miliar menjadi plus sekitar Rp2,80 triliun, sejalan dengan dana masuk dari rights issue, sementara modal saham yang ditempatkan dan disetor naik dari Rp48,1 miliar menjadi Rp120,25 miliar. Total aset perusahaan turut membengkak dari Rp1,57 triliun menjadi Rp6,56 triliun dalam periode yang sama.

Di sisi laba rugi, SINI membukukan laba tahun berjalan Rp674,18 miliar, dengan Rp679,70 miliar di antaranya diatribusikan ke pemilik entitas induk, berbalik dari rugi Rp41,21 miliar pada periode pembanding. Laba per saham dasar tercatat Rp1.413,10, dari sebelumnya rugi Rp89,58 per saham. Namun sebagian besar laba ini disumbang oleh pos laba akuisisi dengan diskon senilai Rp662,72 miliar. Neraca juga menunjukkan aset pertambangan melonjak dari Rp463,6 miliar menjadi Rp2,94 triliun dan aset aktivitas pengupasan naik dari Rp232,7 miliar menjadi Rp557,9 miliar, padahal bidang usaha SINI selama ini tercatat sebagai penyedia penginapan dan induk perusahaan kayu.