PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan konsolidasian interim untuk semester I 2026 yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan laporan yang ditelaah secara terbatas oleh Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan dengan partner Yusuf Ismail Abdul Karim, pendapatan perusahaan tercatat Rp960,12 miliar pada semester I 2026, turun 12,2 persen dari Rp1,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan pendapatan diikuti tekanan margin yang lebih besar. Laba kotor turun 18,1 persen menjadi Rp265,01 miliar, sementara laba usaha anjlok 57,7 persen menjadi Rp55,43 miliar. Beban penjualan justru naik 17,7 persen menjadi Rp123,62 miliar meski pendapatan turun, sedangkan beban umum dan administrasi relatif stabil di Rp98,84 miliar. Dengan EBITDA turun 38,5 persen menjadi Rp145,26 miliar, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 72,4 persen menjadi Rp21,21 miliar dari Rp76,93 miliar, sehingga laba per saham turun dari Rp8 menjadi Rp2.
Di sisi neraca, perusahaan mengurangi total pinjaman bank dari Rp405,79 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp300,16 miliar pada akhir Juni 2026, termasuk pembayaran pokok pinjaman bank Rp110 miliar selama semester tersebut. Beban keuangan pun ikut turun 39 persen menjadi Rp18,80 miliar seiring berkurangnya utang. Perusahaan juga membayarkan dividen Rp34,38 miliar pada periode ini, naik dari Rp25,85 miliar tahun sebelumnya. Kas dan setara kas berada di Rp58,71 miliar per akhir Juni 2026, sedikit turun dari Rp60,85 miliar pada akhir 2025, sementara arus kas bersih dari aktivitas operasi justru meningkat menjadi Rp179,74 miliar dari Rp136,51 miliar pada semester I 2025.
