PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, yang telah ditelaah secara terbatas oleh Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan dengan partner penanggung jawab Yusuf Ismail Abdul Karim, tertanggal 28 Agustus 2026. Surat pernyataan direksi ditandatangani Direktur Utama Rizki Kresno Edhie Hambali dan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Asruddin, sementara surat pengantar ke Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia ditandatangani Sekretaris Perusahaan Andika Lukmana.
Pendapatan perseroan tercatat Rp5,50 triliun pada semester I 2026, naik 10,6 persen dari Rp4,97 triliun pada periode sama tahun lalu. Laba kotor naik menjadi Rp1,20 triliun dari Rp1,04 triliun. Namun beban distribusi dan penjualan melonjak 44 persen menjadi Rp619,85 miliar dari Rp430,20 miliar, sehingga laba sebelum bunga dan pajak justru turun tipis menjadi Rp437,04 miliar dari Rp443,72 miliar. Beban keuangan turun signifikan menjadi Rp51,71 miliar dari Rp87,79 miliar setelah perseroan melunasi seluruh pinjaman bank jangka pendeknya. Dengan begitu, laba bersih periode berjalan naik 4,3 persen menjadi Rp278,01 miliar dari Rp266,53 miliar, dengan laba per saham Rp31 dibandingkan Rp30 pada semester I 2025.
Total aset perseroan per 30 Juni 2026 sebesar Rp20,42 triliun, sementara total ekuitas turun tipis menjadi Rp13,17 triliun dari Rp13,20 triliun karena dividen yang dibayarkan sebesar Rp329,37 miliar melebihi laba periode berjalan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi melonjak menjadi Rp1,05 triliun dari Rp332,41 miliar pada semester I 2025, dan dana ini dipakai antara lain untuk melunasi pinjaman bank jangka pendek Rp400 miliar, membayar cicilan pinjaman jangka panjang Rp100 miliar, serta dividen Rp328,64 miliar. Akibatnya kas dan setara kas di akhir periode turun menjadi Rp177,26 miliar dari Rp215,22 miliar di awal periode. Di sisi lain, utang usaha kepada pihak ketiga naik 25 persen menjadi Rp2,33 triliun dan piutang usaha kepada pihak berelasi naik menjadi Rp2,12 triliun dari Rp1,91 triliun. Jumlah karyawan Grup tercatat 1.674 orang per 30 Juni 2026, berkurang dari 1.750 orang di akhir 2025. Dokumen ini juga mencantumkan bahwa saham SMCB saat ini tercatat pada Papan Pemantauan Khusus di Bursa Efek Indonesia.
