Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), operator rumah sakit Mayapada, melaporkan kepada Bursa Efek Indonesia bahwa perusahaan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor pada entitas anaknya, PT Sejahtera Abadi Solusi (SAS). Berdasarkan akta notaris tanggal 21 September 2026 yang disahkan Kementerian Hukum dan HAM pada 25 September 2026, SRAJ mencatatkan dana yang sebelumnya sudah disetor di muka sebagai setoran modal resmi senilai Rp23,1 miliar. Transaksi ini tergolong transaksi afiliasi karena SRAJ menguasai 99,99 persen saham SAS, tetapi perusahaan menegaskan ini bukan transaksi benturan kepentingan.

Dengan tambahan itu, modal ditempatkan dan disetor SAS naik dari Rp583,5 miliar menjadi Rp606,6 miliar. Seluruh saham baru itu diambil oleh SRAJ, sementara pemegang saham minoritas SAS, Jonathan Tahir, melepas hak memesan efek terlebih dahulunya atas penambahan modal ini. Setelah transaksi, SRAJ memegang 6.065.900 lembar saham SAS senilai Rp606,59 miliar, sedangkan Jonathan Tahir tetap memegang 100 lembar saham senilai Rp10 juta, sehingga porsi kepemilikan SRAJ di SAS praktis tidak berubah di kisaran 99,99 persen.

Perusahaan menyebut nilai setoran modal Rp23,1 miliar itu setara 2,12 persen dari ekuitas SRAJ per 30 Juni 2026 yang tercatat Rp1,091 triliun, sehingga transaksi ini tidak masuk kategori transaksi material yang mewajibkan persetujuan pemegang saham maupun penilai independen. SRAJ menyatakan tujuan transaksi adalah mendukung pertumbuhan dan memperkuat struktur permodalan SAS, serta menegaskan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan terkait aksi korporasi ini.