PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menyampaikan revisi Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum atas Obligasi I Sejahteraraya Anugrahjaya Tahun 2022, dengan posisi per 30 Juni 2026. Surat bernomor 002/PT-SRAJ/X/2026 ini ditandatangani Corporate Secretary Arie Farisandi dan dikirim ke Otoritas Jasa Keuangan pada 9 Oktober 2026, mengacu pada Pasal 2 ayat (1) POJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Obligasi ini efektif pada 29 September 2022 dengan total dana yang dihimpun Rp950 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum Rp8,64 miliar, yang terdiri dari biaya penjaminan Rp395,3 juta, biaya penyelenggaraan Rp1,84 miliar, biaya penjualan Rp395,3 juta, biaya profesi penunjang pasar modal Rp1,61 miliar, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp2,21 miliar, biaya konsultasi keuangan Rp2,05 miliar, dan biaya lain-lain Rp140,3 juta, hasil bersih yang bisa dipakai perusahaan adalah Rp941,36 miliar. Seluruh dana ini sudah terealisasi 100 persen sesuai rencana di prospektus, sehingga sisa dana yang belum terpakai kini nol.
Rincian alokasi menunjukkan dana terbesar jatuh ke entitas berkode NSK, yaitu Rp244,75 miliar untuk bangunan dan Rp235,34 miliar untuk peralatan, ditambah Rp37,65 miliar untuk modal kerja. Unit Perseroan Tangerang menyerap Rp77,48 miliar untuk peralatan, Rp40,3 miliar untuk bangunan, dan Rp14,09 miliar untuk modal kerja. Entitas berkode SAS mendapat Rp84,72 miliar untuk peralatan, Rp47,07 miliar untuk bangunan, dan Rp9,41 miliar untuk modal kerja, sementara entitas berkode NKM memperoleh Rp56,48 miliar untuk peralatan, Rp28,24 miliar untuk bangunan, dan Rp9,41 miliar untuk modal kerja. Sisanya mengalir ke Perseroan Bogor sebesar Rp16,66 miliar untuk peralatan, Rp16,18 miliar untuk bangunan, dan Rp23,56 miliar untuk modal kerja.
