PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), emiten rumah sakit yang berada di bawah Mayapada Healthcare Group, menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia pada 30 Oktober 2026. Total aset perusahaan tercatat Rp7,62 triliun, hampir sama dengan posisi akhir 2025. Namun susunan di dalamnya berubah: kas dan setara kas turun 23 persen dari Rp1,83 triliun menjadi Rp1,40 triliun, sementara aset tetap seperti gedung dan peralatan rumah sakit naik 9 persen dari Rp4,29 triliun menjadi Rp4,69 triliun. Pergeseran ini menunjukkan sebagian kas perusahaan sudah dipakai untuk membangun atau melengkapi fasilitas baru.
Daftar anak usaha yang disertakan dalam laporan menunjukkan PT Karya Kharisma Sentosa, rumah sakit di Jakarta Timur yang 99,99 persen dimiliki SRAJ, sudah mulai beroperasi komersial pada 2026 dengan nilai aset Rp534,7 miliar. Di sisi lain, dua anak usaha lain belum kunjung beroperasi komersial meski sudah berdiri cukup lama: PT Fajar Kharisma Nusantara, rumah sakit di Jakarta yang berdiri sejak 2015 dengan aset Rp44,8 miliar, dan PT Mayapada Surabaya Pratama, rumah sakit di Surabaya sejak 2018 dengan aset hanya Rp1,57 miliar. Dua anak usaha yang lebih baru, PT Sejahtera Karunia Semesta di Jakarta dan PT Anugrah Inti Bahagia di Batam, juga masih berstatus belum beroperasi komersial per akhir September 2026.
Di sisi liabilitas, SRAJ mencatat utang bank jangka pendek baru sebesar Rp48,6 miliar, padahal pada akhir 2025 pos ini nihil. Sebaliknya, utang usaha kepada pihak ketiga turun dari Rp113,8 miliar menjadi Rp85,4 miliar. Utang lain-lain kepada pihak berelasi tetap tidak berubah di angka Rp972,1 miliar pada kedua periode.
