PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menanggapi surat BEI Nomor S-11937/BEI.PP2/09-2026 tanggal 14 September 2026 pukul 16.22 WIB, yang meminta klarifikasi atas volatilitas transaksi efek perseroan. Dalam surat balasan bernomor 002/PT-SRAJ/IX/2026 yang diteken Corporate Secretary Arie Farisandi pada 15 September 2026, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan sesuai POJK Nomor 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan I-E BEI, dan menegaskan tidak ada rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan yang berdampak pada status pencatatan sahamnya di bursa.
Meski begitu, perseroan mengakui adanya rangkaian pemberitaan positif belakangan ini seputar perkembangan bisnisnya. Perseroan menyebut peluncuran layanan kesehatan gigi berstandar rumah sakit bernama Mayapada Dental Care pada akhir Agustus 2026, yang terintegrasi dengan Mayapada Hospital Jakarta Timur, rumah sakit kedelapan milik grup ini yang berlokasi di Jakarta Garden City, Cakung. Perseroan juga menyebut program alih pengetahuan dan pendampingan klinis bersama mitra strategis Apollo Hospitals India untuk penanganan kasus urologi dengan bantuan sistem bedah robotik da Vinci Xi yang beroperasi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
Soal pergerakan kepemilikan saham, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan saham, dengan informasi kepemilikan terakhir yang dilaporkan ke BEI dan OJK pada 7 September 2026 melalui surat nomor 001/PT-SRAJ/IX/2026. Perseroan juga menyampaikan telah mengonfirmasi langsung kepada pemegang saham utama, yang menyatakan tidak memiliki rencana mengubah kepemilikan sahamnya di perseroan saat ini. Perseroan menyimpulkan bahwa kenaikan aktivitas dan frekuensi transaksi saham merupakan dampak dari pasar yang merespons positif kondisi usaha terkininya.
