PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) melaporkan transaksi afiliasi berupa peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada anak usahanya, PT Karya Kharisma Sentosa (KKS), dalam keterbukaan informasi tertanggal 25 September 2026. Transaksi ini tergolong afiliasi karena SRAJ merupakan pemegang 99,994 persen saham KKS, namun bukan transaksi benturan kepentingan. Perseroan juga menegaskan ini bukan transaksi material karena nilai setoran modal Rp178,95 miliar hanya setara 16,4 persen dari ekuitas SRAJ per 30 Juni 2026 yang tercatat Rp1,09 triliun, di bawah ambang 20 persen yang mewajibkan persetujuan pemegang saham.

Dasar transaksi adalah surat penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar KKS dari Kementerian Hukum dan HAM bernomor AHU-AH.01.03-0264646 tanggal 25 September 2026, mengacu pada akta pernyataan keputusan sirkuler pemegang saham KKS No. 6 tanggal 21 September 2026 di hadapan notaris Dini Herawati. Isinya, SRAJ mencatatkan setoran modal dimuka yang sebelumnya sudah ditempatkan menjadi modal ditempatkan dan disetor resmi. Modal ditempatkan dan disetor KKS naik dari Rp285,71 miliar menjadi Rp464,66 miliar. SRAJ mengambil seluruh saham baru tersebut, sementara pemegang saham minoritas Jonathan Tahir melepaskan hak memesan efek terlebih dahulu. Komposisi kepemilikan pascatransaksi: SRAJ memegang 4.646.536 lembar saham senilai Rp464.653.600.000, dan Jonathan Tahir tetap di 100 lembar senilai Rp10.000.000, sehingga porsi SRAJ naik tipis dari 99,994 persen menjadi sekitar 99,998 persen.

SRAJ menyebut tujuan transaksi untuk mendukung pertumbuhan dan memperkuat struktur permodalan KKS, yang diharapkan meningkatkan kinerja anak usaha tersebut dan berdampak positif bagi Perseroan.

Laporan ini merupakan yang keempat dari SRAJ soal penambahan modal ke anak usaha berbeda dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya Rp37,9 miliar ke RS, Rp23,1 miliar ke SAS, dan Rp21,7 miliar ke AIK. Setoran ke KKS kali ini jauh lebih besar dari ketiganya, membuat total penambahan modal ke empat anak usaha tersebut dalam sepekan mencapai sekitar Rp261,65 miliar.