PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 ke Bursa Efek Indonesia pada 30 Oktober 2026. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat Rp14,83 triliun, naik dari Rp10,99 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bruto naik dari Rp3,77 triliun menjadi Rp5,95 triliun. Laba periode berjalan melonjak 71 persen, dari Rp1,02 triliun menjadi Rp1,75 triliun, dengan bagian yang menjadi milik pemegang saham entitas induk sebesar Rp1,59 triliun, naik dari Rp1,00 triliun. Laba per saham naik dari Rp105,13 menjadi Rp166,55.

Di sisi lain, total liabilitas perusahaan melonjak 41,9 persen, dari Rp10,64 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp15,10 triliun pada akhir September 2026. Kenaikan terbesar berasal dari utang bank jangka pendek yang naik hampir 3,5 kali lipat, dari Rp1,70 triliun menjadi Rp5,92 triliun. Total aset perusahaan ikut naik dari Rp13,58 triliun menjadi Rp18,71 triliun, salah satunya didorong oleh munculnya pos baru berupa dana di bank yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp3,30 triliun, yang sebelumnya tidak tercatat di laporan akhir 2025. Total ekuitas naik dari Rp2,94 triliun menjadi Rp3,61 triliun.

Dalam periode sembilan bulan ini, perseroan juga membagikan dividen tunai sebesar Rp800 miliar kepada pemegang saham entitas induk, serta Rp299,11 miliar kepada pemegang saham non-pengendali di anak usaha. Laporan ini masih berstatus tidak diaudit, dengan surat pernyataan direksi bertanggal 30 Oktober 2026.