PT SLJ Global Tbk (SULI) menjelaskan lonjakan volume dan harga transaksi sahamnya kepada Bursa Efek Indonesia, menanggapi surat permintaan penjelasan BEI bernomor S-10468/BEI.PP3/08-2026 tanggal 11 Agustus 2026. Volume transaksi saham SULI melonjak menjadi 220.898.700 saham dengan 17.541 kali transaksi, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 1.877.500 saham dengan 182 kali transaksi. Harga saham SULI ditutup naik Rp25, dari Rp90 menjadi Rp115, atau setara kenaikan 27,78 persen dalam sehari.

Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal, baik menurut aturan keterbukaan informasi OJK Nomor 31/POJK.04/2015 maupun ketentuan Peraturan BEI Nomor I-E. Perseroan menegaskan seluruh informasi yang wajib disampaikan kepada pemegang saham dan publik sejauh ini sudah dipublikasikan lewat situs OJK dan BEI. Meski begitu, perseroan mengaku mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu atas saham SULI, yang informasinya diterima secara rutin dari Biro Administrasi Efek (BAE) perseroan, tanpa merinci pihak maupun jumlah sahamnya.

Soal rencana aksi korporasi, perseroan menyatakan masih menunda pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dalam rangka mengonversi utang menjadi saham baru, yang sebelumnya dijadwalkan pada 26 Juni 2026. Perseroan menyebut masih melakukan pembahasan dan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan terkait rencana pelaksanaan PMTHMETD tersebut, tanpa menyebutkan jadwal baru. Surat penjelasan ini ditandatangani secara elektronik oleh Corporate Secretary SLJ Global, Karina Detri Amalia, pada 13 Agustus 2026 pukul 15.30 WIB.