TAMA: Pemegang Saham Jual 2,5 Juta Saham, Suara ke 8,92%
Pemegang saham TAMA, Verah Wahyudi S Wong, menjual 2,5 juta saham pada 13-14 Agustus 2026 seharga Rp276 dan Rp272 per saham, menurunkan hak suaranya dari 9,13% menjadi 8,92%.
18 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Verah Wahyudi S Wong, pemegang saham PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa ia telah menjual saham perusahaan tersebut dalam dua transaksi tidak langsung dengan tujuan divestasi. Pada 13 Agustus 2026 ia menjual 1.500.000 saham seharga Rp276 per saham, dan sehari berikutnya, 14 Agustus 2026, menjual 1.000.000 saham seharga Rp272 per saham, sehingga total saham yang dilepas mencapai 2.500.000 lembar.
Dengan penjualan itu, kepemilikan Verah di TAMA berkurang dari 109.536.500 saham menjadi 107.036.500 saham, sementara hak suaranya turun dari 9,13% menjadi 8,92%. Laporan ini disampaikan sesuai Peraturan OJK Nomor 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka. Verah tercatat bukan anggota direksi maupun dewan komisaris TAMA, namun karena kepemilikannya berada di atas 5%, setiap perubahan pada sahamnya wajib dilaporkan ke bursa.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.