Perseroan menggelar Public Expose Insidentil berdasarkan permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disampaikan melalui surat elektronik pada 13 Oktober 2026. Permintaan ini menyusul rangkaian penghentian sementara perdagangan saham TFCO: suspensi cooling down pertama berlaku sejak 14 Oktober 2026 (Surat No. Peng-SPT-00211/BEI.WAS/10-2026), dibuka kembali sehari kemudian pada 15 Oktober 2026 (Peng-UPT-00218/BEI.WAS/10-2026), lalu disuspensi lagi sejak 16 Oktober 2026 (Peng-SPT-00212/BEI.WAS/10-2026). Public expose akan digelar secara daring melalui Google Meet pada Selasa, 3 November 2026, pukul 14.00 sampai 15.00 WIB, dengan tautan registrasi yang disebar lewat formulir online.

Materi yang dipaparkan mencantumkan histori harga penutupan saham TFCO sepanjang 8 sampai 13 Oktober 2026: dari Rp825 per saham naik jadi Rp1.030, lalu Rp1.285, dan Rp1.605, atau melonjak kumulatif 94,55 persen hanya dalam tiga hari perdagangan. Dalam periode itu saham TFCO tiga hari berturut-turut menyentuh auto reject atas (ARA), batas kenaikan harga maksimum yang diizinkan bursa dalam sehari. Perseroan menegaskan pergerakan harga itu murni dinamika pasar dan di luar kendali perusahaan.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan Perseroan pada semester I 2026 tercatat US$97,33 juta, naik dari US$92,55 juta pada semester I 2025. Namun laba bruto turun dari US$4,49 juta menjadi US$4,35 juta, laba operasi turun dari US$2,42 juta menjadi US$2,24 juta, dan laba komprehensif enam bulan turun dari US$3,44 juta menjadi US$3,27 juta. Pada posisi keuangan per 30 Juni 2026, total aset Perseroan tercatat US$344,03 juta dan ekuitas US$315,25 juta, masing-masing naik tipis dari US$341,24 juta dan US$311,98 juta per akhir 2025, sementara total liabilitas turun dari US$29,26 juta menjadi US$28,78 juta.

Perseroan menyatakan hingga pelaksanaan public expose ini tidak ada informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan ke publik dan dapat memengaruhi kegiatan usaha, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha. Ke depan, Perseroan akan melanjutkan bisnis utama di industri polyester dengan fokus pada keberlangsungan operasional, efisiensi, pengendalian biaya, dan pemeliharaan kualitas produk, sambil terus mencermati perkembangan industri polyester global.