PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, bersamaan dengan surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia terkait perubahan pos Total Liabilitas yang melebihi 20 persen, sebagaimana diwajibkan Peraturan BEI Nomor I-E angka III.1.1.4. Laporan keuangan ditandatangani oleh Presiden Direktur Sugito Budiono dan Direktur Silvia Wiratama, sementara surat penjelasan ke bursa ditandatangani oleh Silvia Wiratama selaku Direktur.

Pendapatan Perseroan tercatat US$141,46 juta untuk sembilan bulan 2026, hampir setara dengan periode sama tahun lalu sebesar US$142,17 juta. Namun laba kotor merosot dari US$6,05 juta menjadi US$3,91 juta karena beban pokok penjualan justru naik saat pendapatan stagnan. Laba usaha turun lebih tajam, dari US$2,90 juta menjadi US$714.263, dan laba bersih sembilan bulan tergerus dari US$4,55 juta menjadi US$3,09 juta, membuat laba per saham turun dari 0,0009 dolar menjadi 0,0006 dolar. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik dari positif US$6,38 juta pada periode lalu menjadi negatif US$3,85 juta pada periode ini.

Dalam surat penjelasannya, manajemen mengungkapkan total liabilitas turun 39,4 persen dari US$29,26 juta pada akhir 2025 menjadi US$17,73 juta per 30 September 2026. Penurunan ini terutama berasal dari liabilitas jangka pendek yang anjlok 52,3 persen, dari US$21,55 juta menjadi US$10,27 juta, dengan kontributor utama utang usaha pihak ketiga yang turun dari US$14,25 juta menjadi US$4,90 juta. Manajemen menjelaskan penurunan utang usaha itu terjadi karena pembelian bahan baku secara kredit berkurang, sebagai akibat dari kerusakan mesin produksi yang menghentikan kegiatan produksi Perseroan selama sekitar dua bulan, yaitu pada Agustus hingga September 2026.

Di sisi aset, kas dan setara kas Perseroan berkurang dari US$43,48 juta menjadi US$40,39 juta, sementara ekuitas naik tipis dari US$311,98 juta menjadi US$315,07 juta seiring akumulasi laba ditahan. Total aset tercatat US$332,79 juta per akhir September 2026, turun dari US$341,24 juta pada akhir 2025.