PT Timah (Persero) Tbk menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat Corporate Secretary Ruddy Nursalam tertanggal 7 September 2026. Surat ini merupakan tindak lanjut dari pemberitahuan rencana paparan publik yang sebelumnya dikirim pada 27 Agustus 2026. Paparan publik itu sendiri dijadwalkan berlangsung Kamis, 10 September 2026, dan materinya memuat kinerja operasi serta keuangan Perseroan sepanjang semester pertama 2026.

Dalam materi tersebut, TINS mencatat pendapatan semester pertama 2026 sebesar Rp10,42 triliun, naik 147 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba operasional sebelum bunga, pajak, dan penyusutan (EBITDA) naik 363 persen menjadi Rp3,9 triliun, sementara laba bersih melompat 805 persen menjadi Rp2,72 triliun. Kenaikan ini ditopang harga timah dunia yang menguat, dengan rata-rata harga logam timah di bursa London Metal Exchange sampai Juli 2026 naik 38,13 persen dibanding tahun lalu menjadi US$43.857,78 per ton, ditambah kenaikan volume produksi bijih timah 75 persen menjadi 12.232 ton Sn, produksi logam timah 58 persen menjadi 10.865 metrik ton, dan penjualan logam timah 85 persen menjadi 10.984 metrik ton.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan per semester pertama 2026 tercatat Rp16,45 triliun, naik 21 persen dibanding tahun lalu, dengan ekuitas atau modal sendiri sebesar Rp10,55 triliun (naik 25 persen) dan liabilitas atau kewajiban sebesar Rp5,90 triliun (naik 13 persen). Arus kas dari aktivitas operasi, yaitu uang tunai yang benar-benar diterima dari kegiatan usaha, melonjak 608 persen menjadi Rp3,32 triliun. Materi ini juga mencantumkan perbaikan skor risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dari lembaga pemeringkat Sustainalytics, dari kategori risiko tinggi dengan skor 35,7 pada 23 Juli 2026 menjadi risiko menengah dengan skor 29,0 pada 21 Agustus 2026.