PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melaporkan pendapatan sembilan bulan pertama 2026 senilai Rp113,5 triliun, naik 3,5 persen dari Rp109,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun laba bersih yang menjadi hak pemegang saham perusahaan turun 3,9 persen, dari Rp15,03 triliun menjadi Rp14,45 triliun. Laba per saham ikut turun dari Rp151,73 menjadi Rp146,31.

Penurunan laba terjadi meski laba usaha relatif stabil di Rp28,0 triliun, hanya turun tipis dari Rp28,2 triliun. Pemicu utamanya adalah dua pos di luar operasional inti perusahaan. Beban umum dan administrasi naik 19 persen menjadi Rp5,96 triliun, sementara rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi jangka panjang melonjak dari Rp360 miliar menjadi Rp1,66 triliun.

Di sisi permodalan, Telkom membeli kembali sahamnya sendiri senilai Rp1,75 triliun selama sembilan bulan ini, jauh lebih besar dari Rp5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan juga membagikan dividen kas Rp21,99 triliun kepada pemegang saham, naik dari Rp21,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Akibat kombinasi buyback dan dividen tersebut, total ekuitas perseroan turun dari Rp150,5 triliun menjadi Rp140,5 triliun. Total pinjaman bank dan utang jangka panjang yang akan jatuh tempo naik dari Rp50,8 triliun menjadi Rp55,5 triliun. Sementara itu, kas dan setara kas sedikit menyusut dari Rp34,2 triliun menjadi Rp33,6 triliun.