PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen mulai beroperasi penuh pada November 2026. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan ruas sepanjang 5,2 kilometer ini kini memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi atau ULFO, yaitu pengecekan kelayakan teknis sebelum sebuah jalan tol resmi dibuka untuk umum dan mulai dikenakan tarif. Rampungnya seksi ini akan menyambungkan penuh koridor Yogyakarta-Semarang lewat jalur bebas hambatan, setelah selama ini masyarakat hanya bisa memakainya secara gratis dan terbatas pada masa mudik.

Rivan menjelaskan, pola serupa sudah diterapkan pada beberapa ruas tol lain yang belum rampung sepenuhnya, yakni dibuka sementara sebagai jalur fungsional tanpa tarif saat arus Natal-Tahun Baru 2025 dan Lebaran 2026 untuk membantu kelancaran perjalanan, sebelum nantinya dioperasikan secara resmi. Ia menambahkan, pada akhir 2026 atau awal 2027 giliran 62 kilometer ruas lain yang juga sempat dipakai secara fungsional akan dioperasikan penuh, yaitu Tol Probolinggo-Banyuwangi serta ruas Tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen lainnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan pembangunan jalan tol semacam ini diharapkan memberi efek berganda bagi perekonomian daerah yang dilaluinya, terutama lewat pemangkasan waktu tempuh dan penekanan biaya logistik. Kementerian PU disebut terus mengejar percepatan pembangunan jalan tol untuk mendukung konektivitas antardaerah serta menunjang sektor pariwisata dan ekonomi lokal, termasuk kawasan yang dilewati Tol Yogyakarta-Bawen seperti Borobudur dan Magelang.

Secara keseluruhan, Tol Yogyakarta-Bawen membentang 75,12 kilometer yang terbagi menjadi enam seksi. Seksi 1 Sleman-Banyurejo sepanjang 8,8 km, Seksi 2 Banyurejo-Borobudur 15,20 km, Seksi 3 Borobudur-Magelang 8,10 km, Seksi 4 Magelang-Temanggung 16,65 km, Seksi 5 Temanggung-Ambarawa 21,39 km, dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen 5,2 km yang akan menjadi seksi terakhir yang beroperasi.