PT Trisula International Tbk (TRIS) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) sahamnya sendiri dengan mengacu pada POJK No. 13 Tahun 2023 tentang kebijakan menjaga stabilitas pasar modal saat kondisi pasar berfluktuasi signifikan. Perseroan menyiapkan dana paling banyak Rp10 miliar, termasuk biaya perantara efek, untuk membeli kembali saham sebanyak-banyaknya 2 persen dari modal disetor atau maksimum 62 juta lembar saham. Periode pembelian berlangsung tiga bulan, dari 3 November 2026 sampai 2 Februari 2027, dengan batas harga beli maksimum Rp165 per saham.

Pembelian akan dilakukan baik melalui mekanisme Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, dengan PT Phillip Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai anggota bursa pelaksana. Manajemen menyatakan tidak memperkirakan ada penurunan pendapatan akibat buyback ini, karena perseroan dinilai memiliki modal kerja yang cukup untuk kegiatan usahanya. Surat ditandatangani oleh Widjaya Djohan selaku Direktur Utama Trisula International.

Dalam proforma per 30 September 2026, laba tahun berjalan tercatat Rp33.232.816.142. Tanpa buyback, jumlah saham beredar setelah dikurangi treasury stock sebesar 3.091.400.331 lembar menghasilkan laba per saham Rp10,75. Jika buyback dilaksanakan penuh, jumlah saham beredar turun menjadi 3.029.400.331 lembar dan laba per saham naik menjadi Rp10,97.