PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menyusul permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi sahamnya, sebagaimana disebutkan dalam surat BEI nomor S-10775/BEI.PP2/08-2026. Menurut data yang dikutip perseroan, volume transaksi saham TRJA melonjak menjadi 27.729.500 saham dengan frekuensi 6.597 kali transaksi, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 934.600 saham dengan 371 kali transaksi. Harga saham juga ditutup naik Rp9 atau 8,11 persen, dari Rp111 menjadi Rp120.

Dalam suratnya yang ditandatangani Rex Alexander Joseph Syauta selaku Direktur sekaligus Corporate Secretary, tertanggal 19 Agustus 2026, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai maupun harga efeknya, baik berdasarkan aturan OJK soal keterbukaan informasi maupun ketentuan Bursa. Perseroan juga menegaskan tidak mengetahui aktivitas khusus dari pemegang saham tertentu, dan sampai saat surat disampaikan belum memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan sahamnya dalam tiga bulan ke depan.

Terkait kemungkinan perubahan kepemilikan, perseroan menyebutkan telah meminta konfirmasi langsung kepada pemegang saham utamanya, PT Samindo Resources Tbk (MYOH). Hasilnya, MYOH menyatakan tidak memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di TRJA yang dapat mengubah statusnya sebagai pemegang saham utama.