Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai pada 11 Agustus 2026, melalui pengumuman Nomor Peng-SPT-00144/BEI.WAS/08-2026. Penghentian ini menyusul lonjakan aktivitas dan harga saham TRUK pada 3 Agustus 2026, ketika volume transaksi melonjak menjadi 3.415.300 saham dengan 987 kali transaksi, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 229.100 saham dengan 165 kali transaksi. Harga saham ditutup naik Rp108, atau 25 persen, dari Rp432 menjadi Rp540. Perdagangan saham TRUK dibuka kembali keesokan harinya, 12 Agustus 2026, sesuai pengumuman Nomor Peng-UPT-00155/BEI.WAS/08-2026.

Sebagai tindak lanjut, BEI meminta Perseroan menggelar Public Expose Insidentil melalui surat elektronik tertanggal 11 Agustus 2026. Perseroan menjadwalkan acara tersebut pada 18 Agustus 2026 di Jakarta, dengan materi yang disampaikan ke Bursa pada 14 Agustus 2026 pukul 10.40 WIB melalui surat Nomor 039/GTR-DIR/VIII/2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Budi Gunawan. Dalam materi itu, Perseroan menyatakan bahwa fluktuasi harga dan lonjakan volume transaksi merupakan hasil dinamika pasar, seluruh informasi atau fakta material telah disampaikan ke publik, dan Perseroan senantiasa mematuhi ketentuan pasar modal yang berlaku.

Materi tersebut juga mencantumkan susunan direksi dan komisaris per 30 Juni 2026, yaitu Budi Gunawan sebagai Direktur Utama, Firman Muliansyah sebagai Direktur, Carolina Kusuma sebagai Komisaris Utama, dan Noer Syamsuddin sebagai Komisaris Independen. Soal rencana usaha, Perseroan menyebut masih berfokus pada adaptasi teknologi, penjaringan umpan balik pelanggan, investasi di pasar khusus, serta menjajaki calon pelanggan dan bisnis baru. Perseroan menambahkan bahwa pembahasan rencana pengembangan bisnis lainnya masih tahap awal dan belum ada keputusan maupun jadwal pelaksanaan.