PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menggelar public expose insidentil pada Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB melalui Zoom, sebagai tindak lanjut dari materi public expose yang sudah disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 14 Agustus 2026 dengan nomor surat 039/GTR-DIR/VIII/2026. Direktur Firman Muliansyah dan Komisaris Carolina Kusuma hadir mewakili jajaran Perseroan, sementara paparan materi dibawakan oleh perwakilan Perseroan, M. Adiwijaya K. Acara ini diikuti lima peserta dari luar manajemen dan karyawan Perseroan, dan hasilnya dilaporkan ke bursa oleh Corporate Secretary Budi Gunawan.

Sesi tanya jawab menjadi bagian inti laporan ini. Seorang investor bernama Daniel mempertanyakan dasar fundamental di balik lonjakan harga dan volume saham TRUK pada 3 Agustus 2026, yang terjadi di tengah tren penurunan pendapatan dan ekuitas Perseroan selama tiga tahun terakhir serta tekanan suku bunga dan kebijakan pajak sektor logistik. Ia juga menanyakan apakah manajemen tengah mempertimbangkan diversifikasi bisnis di luar transportasi dan logistik, serta mekanisme internal untuk mencegah asimetri informasi antara manajemen dan investor publik, mengingat lonjakan harga saham terjadi tepat sebelum penghentian sementara perdagangan saham TRUK oleh BEI.

Manajemen menjawab bahwa lonjakan tersebut murni mekanisme pasar yang volatil, dengan pihak-pihak tertentu memanfaatkan saham berkapitalisasi kecil seperti TRUK untuk diperdagangkan secara agresif, dan menegaskan kenaikan itu tidak terkait dengan fundamental Perseroan. Soal diversifikasi, manajemen menyatakan belum ada rencana keluar dari sektor transportasi dan logistik, dengan pengembangan usaha yang ada tetap sejalan dengan visi dan misi inti Perseroan. Terkait dugaan insider trading, manajemen menyatakan tidak melihat indikasi ke arah itu dan akan terus menyampaikan keterbukaan informasi yang diwajibkan kepada publik.