PT Voksel Electric Tbk (VOKS) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, sesuai Peraturan Bursa Nomor I-E dan POJK Nomor 14/POJK.04/2022. Produsen kabel listrik ini mencatat pendapatan usaha Rp1.949,72 miliar, naik 20,6 persen dari Rp1.616,23 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha melonjak dari Rp34,03 miliar menjadi Rp84,59 miliar, dan perusahaan berbalik mencetak laba periode berjalan Rp14,66 miliar, dibandingkan rugi Rp18,36 miliar pada sembilan bulan 2025. Laba per saham ikut berbalik dari rugi Rp4,42 menjadi laba Rp3,53 per saham.
Dalam surat terpisah kepada BEI, manajemen menjelaskan bahwa total aset Perseroan naik Rp820,15 miliar atau 44,51 persen menjadi Rp2.662,64 miliar, terutama didorong kenaikan kas dan setara kas sebesar 37,26 persen menjadi Rp471,92 miliar, piutang usaha pihak ketiga yang naik dari Rp291,15 miliar menjadi Rp592,25 miliar, dan persediaan yang naik 63,66 persen menjadi Rp755,30 miliar seiring kebutuhan bahan baku dan proyek yang berjalan.
Di sisi liabilitas, total utang Perseroan naik lebih cepat, yaitu 63,71 persen menjadi Rp2.069,70 miliar. Utang bank jangka pendek naik 36,63 persen menjadi Rp789,28 miliar setelah Perseroan menarik fasilitas pinjaman modal kerja baru dari China CITIC Bank International sebesar CNY100 juta dan China Development Bank sebesar CNY36,3 juta sepanjang 2026. Utang usaha kepada pihak berelasi melonjak dari Rp140,23 miliar menjadi Rp481,23 miliar, utang usaha ke pihak ketiga naik menjadi Rp290,46 miliar, dan liabilitas kontrak berupa uang muka pelanggan naik 127,3 persen menjadi Rp141,27 miliar. Sementara itu ekuitas hanya naik tipis dari Rp578,27 miliar menjadi Rp592,94 miliar, dan beban bunga naik 35 persen menjadi Rp38,44 miliar. Kerugian selisih kurs mata uang asing juga melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi Rp79,36 miliar, yang sebagian tertutup oleh keuntungan perubahan nilai wajar instrumen derivatif sebesar Rp51,48 miliar.
