PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui surat Sekretaris Perusahaan Steven Subiantoro tertanggal 1 Oktober 2026 melaporkan hasil pemantauan khusus PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) yang terbit 29 September 2026. Peringkat korporasi Waskita berubah dari semula idCCC dengan status CreditWatch Negative menjadi idB dengan outlook negatif. Keputusan ini diambil dalam rapat Komite Pemeringkatan pada 28 September 2026 berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit per 30 Juni 2026 dan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, berlaku untuk periode singkat 28 September sampai 1 Oktober 2026.

Untuk surat utang yang dijamin pemerintah, PEFINDO mempertahankan peringkat tertinggi idAAA(gg). Rinciannya adalah Obligasi III Tahun 2021 Seri B senilai Rp1,051 triliun jatuh tempo 24 September 2028, Obligasi IV Tahun 2022 Seri A senilai Rp658 miliar jatuh tempo 12 Mei 2027, dan Obligasi IV Tahun 2022 Seri B senilai Rp1,4693 triliun jatuh tempo 12 Mei 2029, sehingga total Rp3,1783 triliun. Sukuk Mudharabah I Tahun 2022 Seri A senilai Rp383 miliar dan Seri B senilai Rp765,1 miliar mendapat peringkat idAAA(sy)(gg), dengan total Rp1,1481 triliun. Adapun Obligasi III Tahun 2021 Seri A dicabut peringkatnya karena pokoknya telah dilunasi pada 28 September 2026.

Sementara itu, empat seri Obligasi Berkelanjutan yang tidak mendapat jaminan pemerintah, yaitu Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018 Seri B (Rp2,2765 triliun), Tahap III Tahun 2018 Seri B (Rp941,75 miliar), Tahap IV Tahun 2019 Seri B (Rp1,36175 triliun), dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020 (Rp135,5 miliar), semuanya naik peringkat dari idCCC menjadi idB. Total nilai keempat obligasi ini mencapai Rp4,7155 triliun. Seluruh peringkat tersebut, baik yang dijamin maupun tidak, berlaku untuk periode pendek 28 September sampai 1 Oktober 2026.