PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, ditandatangani Direktur Utama Hj. Elidawati dan Wakil Direktur Ronny Soleh Pahlevi pada 27 Oktober 2026. Perusahaan mencatat rugi bersih Rp77,77 miliar, berbalik dari laba bersih Rp1,93 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Laba per saham ikut berbalik dari positif Rp0,23 menjadi negatif Rp9,15. Total ekuitas turun dari Rp359,64 miliar menjadi Rp281,87 miliar, sementara total aset menyusut dari Rp580,58 miliar menjadi Rp422,82 miliar.

Penyebab utama kerugian bukan dari operasional inti, sebab laba usaha justru stabil di Rp6,82 miliar, hampir sama dengan periode sebelumnya. Yang menggerus laba adalah pos pendapatan (beban) lain-lain yang tercatat minus Rp78,1 miliar, padahal periode sebelumnya nol. Angka ini muncul bersamaan dengan anjloknya nilai aset tetap neto sebesar 86,61 persen, dari Rp168,48 miliar menjadi Rp22,57 miliar, yang menurut perseroan disebabkan oleh pelepasan aset gedung dan penyusutan. Laporan arus kas mencatat penerimaan Rp75 miliar dari penjualan aset tetap, jauh di bawah nilai buku aset yang dilepas.

Dalam surat penjelasan perubahan pos neraca di atas 20 persen kepada Bursa Efek Indonesia, ZATA merinci sejumlah perubahan lain: kas dan setara kas turun 41,74 persen menjadi Rp4,42 miliar karena pembayaran aset hak-guna, utang dagang, dan persiapan bahan baku untuk musim Lebaran 2027. Piutang usaha pihak ketiga turun 38,41 persen karena pelunasan dari mitra, sementara biaya dibayar di muka melonjak 509,55 persen. Piutang non-usaha pihak ketiga tidak lancar melonjak 1.505,11 persen akibat konversi piutang mitra tidak aktif dengan jaminan aset tetap. Di sisi liabilitas, utang usaha pihak ketiga turun 22,05 persen, utang non-usaha pihak berelasi turun 40,33 persen karena novasi utang bank, dan utang bank turun 57,90 persen setelah pembayaran fasilitas pinjaman OCBC NISP. Dua anak usaha yang dikonsolidasi adalah PT Bersama Dauky Mulya di Bandung dengan aset Rp47,92 miliar dan PT Bersama Zatta Mulya di Bandung dengan aset Rp307,15 miliar, masing-masing dimiliki 99 persen.