Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengirim surat nomor 275/DIR-X/2026 kepada OJK pada 5 Oktober 2026, sebagai tanggapan ketiga atas surat OJK No. S-305/PM.212/2026 tanggal 11 September 2026 terkait rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Surat ini dilampiri dokumen perubahan dan tambahan informasi keterbukaan kepada pemegang saham, yang berarti OJK sempat meminta penjelasan lebih lanjut sebelum rencana ini bisa diumumkan secara final. Direktur Jeanne Watulo menandatangani korespondensi tersebut.

Isi rencananya: utang Apexindo kepada dua kreditor sindikasi luar negeri, HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, senilai US$4.108.948 akan dilunasi dengan menerbitkan 218.090.317 saham baru seri B senilai nominal Rp325 per saham, pada harga pelaksanaan yang sama, Rp325 per saham. Nilai tukar yang dipakai untuk mengonversi utang dolar itu ke rupiah disepakati Rp17.250 per dolar AS, padahal kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal kesepakatan (31 Juli 2026) sebesar Rp18.078. Karena kurs yang dipakai lebih rendah, jumlah saham baru yang harus diterbitkan juga lebih sedikit dibanding jika memakai kurs BI. Dari total saham baru itu, HSBC Bank PLC akan menerima 62.311.515 saham (1,66% dari modal setelah transaksi) dan HSBC Ltd menerima 155.778.802 saham (4,14%). Utang ini berasal dari Perjanjian Fasilitas 2022 senilai US$35 juta yang jatuh tempo 18 Mei 2026, namun diperpanjang tiga kali, ke 8 Juni, 8 Juli, dan terakhir 31 Juli 2026, karena arus kas perusahaan belum cukup untuk membayar tunai.

Dengan konversi ini, dilusi kepemilikan pemegang saham lama tercatat 5,79%. Porsi PT Aserra Capital turun dari 53,51% menjadi 50,41% saham beredar, sementara porsi publik turun dari 39,46% menjadi 37,17%, namun perusahaan menegaskan tidak ada perubahan pengendali karena PT Aserra Capital tetap menjadi pemegang saham pengendali. Modal dasar perusahaan juga berubah dari 6 miliar saham senilai Rp3 triliun menjadi 5.858.241.292 saham senilai Rp2.929.120.646.000, menyusul penambahan seri saham baru bernilai nominal Rp325. Persetujuan rencana ini akan diminta dalam RUPSLB pada Rabu, 7 Oktober 2026, dan perkiraan tanggal pelaksanaan konversi serta penerbitan sahamnya adalah 20 Oktober 2026.