PT Era Digital Media Tbk (AWAN) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, ditandatangani Corporate Secretary Resti Meidianti pada 30 Oktober 2026. Total aset perusahaan tercatat Rp98,86 miliar, naik dari Rp91,97 miliar pada akhir 2025. Kenaikan itu terutama ditopang oleh piutang usaha pihak ketiga yang melonjak dari Rp12,06 miliar menjadi Rp23,28 miliar, sementara kas dan setara kas justru menyusut dari Rp1,57 miliar menjadi Rp1,16 miliar.

Di sisi liabilitas, AWAN bahkan mengirim surat khusus ke OJK dan Bursa Efek Indonesia yang ditandatangani Direktur Keuangan Soundararajan Venkatachari, karena total liabilitas naik 28,97 persen dari Rp16,99 miliar menjadi Rp21,70 miliar, melewati ambang batas 20 persen yang mewajibkan penjelasan ke bursa. Perusahaan menyebut kenaikan ini berasal dari pemanfaatan pinjaman bank jangka pendek yang bertambah dari Rp9,83 miliar menjadi Rp11,26 miliar, serta utang usaha pihak ketiga yang naik dari Rp3,10 miliar menjadi Rp4,97 miliar, keduanya untuk membiayai pengembangan usaha dan operasional. Utang pajak juga melonjak dari Rp676,69 juta menjadi Rp1,77 miliar.

Perusahaan mengonsolidasikan empat anak usaha: PT Marygops Studios di bisnis penyelenggara acara dengan kepemilikan 75 persen dan aset Rp32,27 miliar, PT Era Awan Digital di bidang teknologi dengan kepemilikan 99,998 persen dan aset Rp61,41 miliar, PT Portal Bersama Awan dengan kepemilikan 99 persen dan aset Rp4,78 miliar, serta anak usaha baru PT Era Global Data yang didirikan tahun 2026 untuk bisnis infrastruktur komputasi awan, dengan kepemilikan 99,6 persen dan aset Rp250 juta, namun belum beroperasi secara komersial. Jumlah karyawan tetap grup per akhir September 2026 tercatat 67 orang, turun satu orang dari 68 pada periode yang sama tahun sebelumnya.