PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 502.866.937 saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham, setara sebanyak-banyaknya 10 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Jika terlaksana penuh, jumlah saham beredar BIPP naik dari 5.028.669.376 menjadi 5.531.536.313 saham, dengan dilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga 9,09 persen. Investor yang akan menyetor dana tunai untuk saham baru ini belum ditentukan pihaknya hingga tanggal keterbukaan informasi diterbitkan, 19 Agustus 2026. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada Jumat, 25 September 2026 pukul 15.00 WIB di Graha BIP Lantai 11, Jakarta Selatan.
Perseroan menyatakan dana hasil PMTHMETD, setelah dikurangi biaya-biaya, akan dipakai untuk pengembangan usaha dan penambahan modal kerja. Pelaksanaannya bisa sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak disetujui RUPSLB, yakni paling lambat 25 September 2028. Harga pelaksanaan belum ditetapkan dan baru akan diumumkan kemudian, dengan ketentuan minimal 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham BIPP selama 25 hari bursa terakhir sebelum permohonan pencatatan saham tambahan ke bursa.
Berdasarkan simulasi keuangan per 30 Juni 2026 dengan asumsi harga pelaksanaan Rp100 per saham, total aset BIPP diproyeksikan naik 2,74 persen menjadi Rp1,88 triliun, dan ekuitas naik 5,27 persen dari Rp954,36 miliar menjadi Rp1,00 triliun. Rasio liabilitas terhadap ekuitas membaik dari 0,92 kali menjadi 0,87 kali. Rugi bersih perseroan sendiri tidak berubah, tetap Rp37,17 miliar untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, namun rugi per saham secara matematis turun dari Rp7,39 menjadi Rp6,72 karena jumlah saham beredar bertambah.
Berdasarkan daftar pemegang saham per 31 Juli 2026, pemegang saham utama BIPP adalah Safire Capital Pte. Ltd dengan 61,62 persen, disusul PT Victoria Investama Tbk 11,40 persen, dan publik 26,98 persen. Bila PMTHMETD dilaksanakan penuh, porsi Safire Capital turun menjadi 56,02 persen, Victoria Investama menjadi 10,36 persen, publik menjadi 24,53 persen, sementara investor baru pemegang saham hasil PMTHMETD akan menguasai hingga 9,09 persen. Jumlah saham yang dipegang pemegang saham lama tidak berkurang karena skema ini menerbitkan saham baru, bukan membeli kembali saham yang beredar. RUPSLB yang sama juga akan meminta persetujuan perubahan anggaran dasar terkait modal dan penyesuaian pasal tentang kegiatan usaha perseroan mengikuti klasifikasi baku lapangan usaha terbaru.
