PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) menyampaikan keterbukaan informasi bertanggal 4 September 2026 yang diteken Direktur Utama Bahar dan Direktur Keuangan Nicky Gunhadi. Perseroan berencana menghentikan operasi fasilitas produksi kemasan fleksibel konvensional milik anak usahanya, MES, per Kamis, 31 Desember 2026. Manajemen menyebut penutupan ini sebagai kelanjutan dari keterbukaan informasi sebelumnya tertanggal 27 Agustus 2026, yang menjelaskan bahwa operasional pabrik konvensional itu menjadi beban yang membuat perseroan sulit mencatat laba konsolidasi meski kinerjanya membaik sampai kuartal kedua 2026.

Sebagai gantinya, seluruh usaha kemasan fleksibel EPAC akan difokuskan pada platform digital printing yang dijalankan anak usaha PT Epac Flexibles Indonesia (EFI). Untuk mendukung fokus baru ini, EFI akan membangun fasilitas produksi baru di Surabaya pada 2027, melengkapi pabrik digital yang sudah beroperasi di Tangerang. Dengan tambahan kapasitas itu, perseroan memproyeksikan bisa mempertahankan pertumbuhan penjualan tahunan di kisaran 15 persen sampai 2028, serta memperkirakan laba kotor, laba usaha, EBITDA, dan laba bersih akan tumbuh setiap tahun begitu pabrik konvensional berhenti beroperasi.

Perseroan turut menyertakan estimasi nilai wajar sahamnya dengan menggabungkan metode Discounted Cash Flow dan Multiple EBITDA, yang menghasilkan angka Rp163 per saham. Dalam laporan resminya ke OJK, EPAC menyatakan rencana ini tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.