PT Hillcon Tbk (HILL) menyampaikan koreksi laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Total ekuitas perusahaan berbalik menjadi minus Rp412,7 miliar, dari sebelumnya positif Rp419,4 miliar pada akhir Desember 2025. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk juga minus Rp240,7 miliar, dari sebelumnya Rp425 miliar, sementara bagian kepentingan non-pengendali minus Rp172 miliar.
Pendapatan usaha Hillcon anjlok menjadi Rp423,9 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, turun tajam dari Rp2,79 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dengan beban pokok pendapatan yang lebih besar dari pendapatannya, perseroan mencatat rugi kotor Rp588,3 miliar, rugi usaha Rp668 miliar, dan rugi bersih Rp832,1 miliar, melebar dari rugi Rp134,2 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Rugi yang menjadi bagian pemegang saham induk mencapai Rp665,7 miliar, sehingga rugi per saham dasar tercatat Rp45,16, dari Rp7,28 pada periode sebelumnya. Jumlah saham beredar yang menjadi penyebut hitungan itu juga naik lima kali lipat menjadi 14,74 miliar lembar dengan nilai nominal baru Rp20 per saham, dari sebelumnya 2,94 miliar lembar bernilai nominal Rp100.
Total aset perseroan turun 21,5 persen menjadi Rp4,16 triliun per 30 September 2026, dari Rp5,3 triliun pada akhir 2025, terutama karena piutang usaha yang menyusut dari Rp249,4 miliar menjadi Rp15,2 miliar dan aset tetap bersih yang berkurang Rp854,2 miliar. Total liabilitas juga turun 6,31 persen menjadi Rp4,57 triliun, didorong oleh pelunasan utang bank sekitar Rp258,6 miliar dan berkurangnya pendapatan diterima di muka sebesar Rp98,5 miliar. Penjelasan perubahan lebih dari 20 persen pada pos aset dan liabilitas ini disampaikan manajemen kepada Bursa Efek Indonesia lewat surat tertanggal 30 Oktober 2026 yang ditandatangani Direktur Utama Hersan Qiu, sesuai kewajiban Peraturan Bursa Nomor I-E. Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat negatif Rp389,4 miliar pada periode ini, dari sebelumnya negatif Rp17,3 miliar, sementara saham HILL sendiri saat ini berada di papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia.
