PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim teraudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Bursa Efek Indonesia. Auditor KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang dan Rekan, dengan partner penandatangan E. Wisnu Susilo Broto, memberikan opini wajar tanpa modifikasian atas laporan tersebut. Pendapatan perusahaan naik dari US$854,6 juta pada semester I 2025 menjadi US$1,4 miliar pada semester I 2026. Laba bersih periode berjalan melonjak dari US$8,3 juta menjadi US$214,8 juta, sedangkan laba yang menjadi hak pemegang saham entitas induk berbalik dari rugi US$15,8 juta menjadi laba US$101,6 juta, dan laba per saham dasar berubah dari rugi US$0,0006 menjadi laba US$0,0042 per saham.

Dalam surat terpisah bernomor 091/MDKA-JKT/CORSEC/IX/2026 tertanggal 24 September 2026, MDKA melaporkan kepada BEI bahwa total liabilitas per 30 Juni 2026 naik 21,10 persen menjadi US$3,37 miliar dari US$2,78 miliar pada akhir 2025, sesuai kewajiban pelaporan perubahan pos lebih dari 20 persen menurut Peraturan I-E. Kenaikan ini terutama berasal dari pinjaman dan fasilitas kredit bank yang bertambah US$292,5 juta, utang obligasi US$113,6 juta, instrumen keuangan derivatif US$112,1 juta, liabilitas sewa US$40,5 juta, dan sukuk US$23,7 juta. Perseroan menyatakan tambahan pinjaman ini digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha grup.

Dari sisi neraca, jumlah aset naik menjadi US$6,47 miliar dari US$5,71 miliar, dengan kas dan setara kas bertambah menjadi US$683,5 juta dari US$354,8 juta. Jumlah ekuitas naik menjadi US$3,1 miliar dari US$2,92 miliar. Rasio lancar turun dari 124,98 persen menjadi 111,05 persen, sementara ROA naik dari 0,3 persen menjadi 3,3 persen dan ROE naik dari 0,6 persen menjadi 6,9 persen. Sepanjang semester ini perseroan juga membagikan dividen tunai senilai US$16,9 juta kepada pemegang saham entitas induk dan US$23,9 juta kepada pemegang kepentingan non-pengendali.