PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan neto perseroan turun menjadi Rp2,13 triliun dari Rp3,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau tergerus sekitar 40,6 persen. Meski pendapatan anjlok, rugi usaha justru mengecil dari Rp11,59 miliar menjadi Rp9,07 miliar, dan rugi neto periode berjalan tercatat Rp53,81 miliar, hampir sama dengan rugi Rp53,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Total aset perseroan naik dari Rp1.837,42 miliar pada akhir Desember 2025 menjadi Rp1.960,66 miliar pada akhir September 2026. Namun total liabilitas melonjak 26,6 persen, naik Rp199,06 miliar dari Rp748,96 miliar menjadi Rp948,02 miliar, terutama didorong kenaikan utang usaha sebesar 28,3 persen dari Rp222,42 miliar menjadi Rp285,35 miliar. Kenaikan di atas 20 persen ini membuat manajemen wajib mengirim surat penjelasan tertulis ke Bursa Efek Indonesia sesuai Peraturan I-E. Di sisi lain, total ekuitas turun dari Rp1.088,45 miliar menjadi Rp1.012,63 miliar, dengan porsi kepentingan pemegang saham minoritas di anak usaha ikut turun dari Rp924,77 miliar menjadi Rp868,14 miliar.

Kas dan setara kas perseroan tercatat Rp143,51 miliar per 30 September 2026, turun dari Rp163,97 miliar di akhir 2025. Di pos liabilitas jangka pendek, surat utang konversi, yaitu obligasi yang bisa ditukar menjadi saham, tercatat Rp240,90 miliar, naik dari Rp224,63 miliar, dan seluruhnya masuk kategori jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Jumlah saham perseroan tidak berubah, tetap 867.933.300 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Laporan keuangan ditandatangani Direktur Utama Martin Suharlie dan Direktur Suryandy Jahja pada 30 Oktober 2026, sementara surat penjelasan kenaikan liabilitas ke bursa ditandatangani Direktur Utama Stanley Tjiandra pada 2 November 2026.