Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekosistem Motor Listrik Nasional atau MoLiNas di pabrik ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8). Peluncuran ini menegaskan arah kebijakan pemerintah agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga basis produksi dan pengembangan teknologinya sendiri. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang hadir dalam acara tersebut, menyebut momentum ini penting untuk memperdalam struktur industri dalam negeri, termasuk memperbanyak penggunaan komponen produksi lokal.
Kementerian Perindustrian mencatat industri kendaraan listrik nasional sudah memiliki modal produksi yang cukup besar. Untuk kendaraan roda dua dan tiga, tercatat 69 perusahaan dengan kapasitas produksi 2,511 juta unit per tahun dan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun. Di kendaraan roda empat, ada 14 perusahaan berkapasitas 409.860 unit per tahun, ditambah 10 perusahaan kendaraan komersial listrik berkapasitas 7.500 unit per tahun. Total investasi di industri perakitan kendaraan listrik nasional mencapai sekitar Rp30,468 triliun.
Populasi kendaraan listrik di Indonesia tercatat 468.231 unit hingga April 2026, terdiri dari 242.909 unit roda dua dan 223.100 unit roda empat penumpang. Menurut data yang diolah Kemenperin, jumlah ini tumbuh rata-rata lebih dari 150 persen per tahun sepanjang 2020 hingga 2025. Penjualan motor listrik sendiri naik dari 17.198 unit pada 2022, menjadi 62.409 unit pada 2023, dan 77.078 unit pada 2024.
Agus mengakui besarnya kapasitas produksi yang sudah terbangun ini belum sepenuhnya terpakai. Ia menyebut tantangan ke depan adalah memastikan pasar kendaraan listrik terus tumbuh, tingkat pemakaian kapasitas pabrik meningkat, dan komponen buatan dalam negeri semakin banyak dipakai dalam setiap kendaraan yang diproduksi.
