PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026. Laporan ini diaudit oleh KAP Y. Santosa dan Rekan dengan partner penanggung jawab Tjiendradjaja Yamin, dan memperoleh opini wajar tanpa modifikasian. Perusahaan menyebut penyampaian laporan audit ini sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan pelaksanaan Penawaran Umum dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue). Surat pernyataan direksi ditandatangani Anindra Ardiansyah Bakrie selaku Direktur Utama dan Achmad Amri Aswono Putro selaku Direktur Keuangan pada 25 September 2026, sementara surat pengantar ke BEI ditandatangani Indah Permatasari Saugi selaku Direktur.
Dari sisi kinerja, penjualan neto kuartal I 2026 tercatat Rp344,99 miliar, naik dari Rp218,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha melonjak dari Rp2,26 miliar menjadi Rp20,89 miliar, dan laba neto konsolidasian naik dari Rp5,33 miliar menjadi Rp10,56 miliar. Namun laba yang menjadi hak pemegang saham pengendali atau pemilik entitas induk hanya naik tipis, dari Rp3,31 miliar menjadi Rp3,47 miliar, karena sebagian besar kenaikan laba yakni Rp7,09 miliar dinikmati oleh kepentingan nonpengendali di anak-anak usaha. Akibatnya laba per saham dasar maupun dilusian tetap di angka Rp0,08, sama seperti kuartal I 2025.
Di sisi neraca, total aset per 31 Maret 2026 naik 2,01 persen menjadi Rp1,83 triliun dari Rp1,80 triliun pada akhir Desember 2025, ditopang kenaikan kas dan setara kas menjadi Rp62,51 miliar serta piutang usaha pihak ketiga menjadi Rp237,45 miliar akibat kenaikan penjualan. Total liabilitas naik 3,69 persen menjadi Rp573,44 miliar, terutama karena penarikan pinjaman baru dari Bank MNC International Tbk dan Bank BCA yang membuat utang bank jangka pendek naik dari Rp88,50 miliar menjadi Rp113,14 miliar. Total ekuitas perusahaan naik tipis menjadi Rp1,26 triliun dari Rp1,25 triliun.
