MKNT Konversi Utang Rp823 M Jadi Saham, Dilusi Nyaris 100%
MKNT mengubah harga pelaksanaan saham baru PMTHMETD jadi Rp1 per saham, menerbitkan 1,02 triliun lembar saham baru atau 99,46% dari saham beredar saat ini.
21 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyampaikan perubahan dan tambahan informasi atas rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) yang sebelumnya diumumkan pada 16 Juli 2026. Dalam perubahan yang diterbitkan 20 Agustus 2026 ini, perseroan dan para krediturnya menetapkan harga pelaksanaan saham baru sebesar Rp1 per saham, sama dengan nilai nominal saham seri B yang akan diterbitkan. Rapat umum pemegang saham luar biasa untuk menyetujui rencana ini dijadwalkan Senin, 24 Agustus 2026.
PMTHMETD dilakukan lewat tiga jalur. Pertama, konversi utang kepada dua kreditur, PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH) dan PT Mantra Capital Persadan (MCP), senilai total Rp822.925.100.000 menjadi 822.925.100.000 saham baru seri B. Kedua, injeksi tunai dari MCP sebesar Rp1.564.900.000 yang ditukar dengan 1.564.900.000 saham. Ketiga, injeksi tunai dari lima investor independen senilai total Rp200.000.000.000, yaitu Suripto, John Veter Firdaus, dan Antony Lesmana masing-masing Rp50.000.000.000, serta Daniel Tejakusuma dan Rossa Linna masing-masing Rp25.000.000.000, ditukar dengan 200.000.000.000 saham. Total saham baru yang akan diterbitkan mencapai 1.024.490.000.000 lembar, setara 99,46% dari jumlah saham perseroan yang beredar saat ini.
Dokumen ini juga mengungkap bahwa pada 29 Mei 2026 perseroan telah mengambil alih dua anak usaha baru, yaitu PT Citra Baru Steel (CBS) di bidang manufaktur baja senilai Rp668.006.058.612 untuk 99,99% saham, dan PT Radja Udang Malingping (RUM) di bidang budidaya tambak udang senilai Rp156.490.000.000 untuk 99,99% saham. Perseroan yang semula bergerak di perdagangan smartphone, gadget, dan pulsa ini tengah bertransformasi menjadi perusahaan induk (holding), dan PMTHMETD disebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki posisi keuangan karena modal kerja bersih perseroan negatif dengan liabilitas melebihi 80% dari total aset.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal MKNT? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.