PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyampaikan perubahan dan tambahan informasi atas rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) yang sebelumnya diumumkan pada 16 Juli 2026. Dalam perubahan yang diterbitkan 20 Agustus 2026 ini, perseroan dan para krediturnya menetapkan harga pelaksanaan saham baru sebesar Rp1 per saham, sama dengan nilai nominal saham seri B yang akan diterbitkan. Rapat umum pemegang saham luar biasa untuk menyetujui rencana ini dijadwalkan Senin, 24 Agustus 2026.

PMTHMETD dilakukan lewat tiga jalur. Pertama, konversi utang kepada dua kreditur, PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH) dan PT Mantra Capital Persadan (MCP), senilai total Rp822.925.100.000 menjadi 822.925.100.000 saham baru seri B. Kedua, injeksi tunai dari MCP sebesar Rp1.564.900.000 yang ditukar dengan 1.564.900.000 saham. Ketiga, injeksi tunai dari lima investor independen senilai total Rp200.000.000.000, yaitu Suripto, John Veter Firdaus, dan Antony Lesmana masing-masing Rp50.000.000.000, serta Daniel Tejakusuma dan Rossa Linna masing-masing Rp25.000.000.000, ditukar dengan 200.000.000.000 saham. Total saham baru yang akan diterbitkan mencapai 1.024.490.000.000 lembar, setara 99,46% dari jumlah saham perseroan yang beredar saat ini.

Dokumen ini juga mengungkap bahwa pada 29 Mei 2026 perseroan telah mengambil alih dua anak usaha baru, yaitu PT Citra Baru Steel (CBS) di bidang manufaktur baja senilai Rp668.006.058.612 untuk 99,99% saham, dan PT Radja Udang Malingping (RUM) di bidang budidaya tambak udang senilai Rp156.490.000.000 untuk 99,99% saham. Perseroan yang semula bergerak di perdagangan smartphone, gadget, dan pulsa ini tengah bertransformasi menjadi perusahaan induk (holding), dan PMTHMETD disebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki posisi keuangan karena modal kerja bersih perseroan negatif dengan liabilitas melebihi 80% dari total aset.