Selasa, 25 Agustus 2026 · 23.34 WIB
IHSG 6.501,67 ▼0,37%
USD/IDR 17.699 ▲0,25%
Emas (spot) Rp2.641rb ▲1,46%
Signal Harian · edisi arsipPLTS Capai 5 Persen, Kuorum Tentukan Nasib ADHI dan VISI
Selasa, 25 Agustus 2026 · dirangkai dari 12 berita
Program PLTS 100 gigawatt-peak baru terealisasi sekitar 5 persen dari target, sementara dua keputusan korporasi penting, restrukturisasi utang ADHI dan rencana akuisisi rumah sakit oleh VISI, sama-sama masih menunggu kuorum pemegang saham atau obligasi.
01Transisi Surya: Klaim Besar, Realisasi Baru 5 Persen
Pemerintah meluncurkan tahap awal program PLTS 100 gigawatt-peak dengan 14 proyek berkapasitas 5,3 gigawatt-peak di enam provinsi, dari Bali hingga pulau terpencil di Bangka Belitung. Angka itu baru sekitar 5 persen dari target 100 gigawatt-peak yang dipatok Presiden Prabowo Subianto untuk rampung dalam tiga tahun, sementara 12,6 gigawatt pembangkit listrik nasional masih memakai solar sebagai bahan bakar dan menghabiskan 230 ribu hingga 250 ribu barel per hari. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim proyek ini bisa menghemat subsidi energi Rp73,9 triliun per tahun dan membuka 5,52 juta lapangan kerja, tapi angka itu adalah proyeksi dari total investasi US$73 miliar yang baru akan terkumpul dalam tiga tahun ke depan, bukan hasil yang sudah terjadi. Arah program ini jelas menuju penggantian pembangkit diesel secara bertahap, dan yang akan menguatkan atau mematahkan klaim manfaatnya adalah laporan realisasi tahap berikutnya menuju target 100 gigawatt-peak.
02Keputusan Korporasi Menanti Kuorum Pemegang Saham
ADHI masih menghormati suspensi saham oleh BEI setelah gagal membayar bunga obligasi Rp60,8 miliar, dan RUPO 6 Agustus yang seharusnya menyepakati skema penundaan pembayaran gagal mencapai kuorum, sehingga rapat lanjutan digeser ke 11 September 2026. Di saat bersamaan, VISI menjadwalkan RUPS independen pada 30 September 2026 untuk merestui rencana mengubah diri jadi perusahaan induk lewat akuisisi 72,91 persen saham rumah sakit HMBC di Cirebon, target yang ekuitasnya menyusut dari Rp43,2 miliar menjadi Rp30,3 miliar dalam setahun sementara utangnya membengkak. Kedua keputusan ini sama-sama digantungkan pada suara pemegang saham atau obligasi yang belum tentu berkumpul cukup banyak untuk sah mengambil keputusan. Untuk ADHI, peluang kuorum tercapai pada putaran kedua ini lebih kecil ketimbang skenario gagal lagi, mengingat percobaan pertama sudah gagal dan tenggat pembayaran sudah lewat tanpa kepastian skema baru. Yang membedakan dua skenario itu adalah tingkat kehadiran pemegang obligasi pada 11 September, sementara nasib akuisisi VISI baru akan ketahuan dari hasil RUPS independen 30 September, yang mensyaratkan suara pemegang saham tanpa kepentingan pribadi atau afiliasi dengan direksi dan komisaris.
Yang paling menentukan besok adalah kabar lanjutan soal kuorum RUPO ADHI atau progres berikutnya dari program PLTS, sebab keduanya masih menggantung pada proses formal yang belum tuntas.
Artikel yang dirangkum edisi ini
Buka edisi terbaru →