Rabu, 19 Agustus 2026 · 16.03 WIB
IHSG 6.409,39 ▼0,63% USD/IDR 17.825 ▲0,01% Emas (spot) Rp2.497rb ▲1,09%
Signal Harian · edisi arsip

UMKM Diguyur Insentif, Gempa NTT Sisakan Desa Gelap

Senin, 17 Agustus 2026 · dirangkai dari 8 berita

Bank Indonesia dan BRI serentak memperluas dukungan biaya transaksi dan pembiayaan untuk UMKM, sementara pemulihan pascagempa NTT menunjukkan pola cepat di infrastruktur besar tapi tertinggal di titik-titik kecil dan terpencil.

01

Pemulihan Gempa NTT: Cepat di Atas, Lambat di Bawah

Sehari setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT, PLN sudah memulihkan 11 gardu induk dan pasokan utama Flores, tapi 29 dari 1.557 desa, sekitar dua persen wilayah itu, masih gelap karena akses tertutup longsor. Pola serupa terlihat pada layanan Telkom, yang baru mengaktifkan tiga titik WiFi gratis di sekitar Maumere, sementara empat lokasi lain di Nagekeo, Borong, Ruteng, dan kantor wilayah Flores masih disiapkan. Kemendag mencatat empat pasar rusak, termasuk Pasar Inpres Ruteng yang ditutup karena tiang bangunannya rusak, dan menyalurkan bantuan Rp250 juta untuk pedagang terdampak. Ketiganya bergerak dalam pola yang sama, infrastruktur besar dan terpusat pulih cepat dalam hitungan hari, sementara titik-titik kecil dan wilayah terpencil masih menunggu giliran. Yang akan menentukan apakah pola ini bertahan adalah apakah akses jalan ke 29 desa yang tertutup longsor bisa dibuka dalam beberapa hari ke depan.

02

UMKM Serentak Dapat Sokongan Biaya dan Kredit

Bank Indonesia memastikan bebas biaya MDR QRIS untuk usaha mikro dengan transaksi sampai Rp500.000 resmi berlaku 1 Oktober 2026, dan pada hari yang sama memperluas bebas biaya itu ke semua skala usaha untuk transaksi sampai Rp100.000, menggantikan biaya 0,7 persen yang sebelumnya dipotong dari pedagang setiap transaksi QRIS. BRI menyambut HUT ke-81 RI dengan menegaskan portofolio kredit UMKM Rp1.235 triliun, setara 75,2 persen dari total kreditnya, ditambah penyaluran KUR Rp103,81 triliun ke 2 juta debitur yang didominasi sektor pertanian. BI juga menaikkan target pengolahan limbah uang kertas tak layak edar menjadi produk UMKM, dari 72 persen sekarang menuju 100 persen pada 2027. Ketiganya bergerak searah, memperluas akses pembiayaan sekaligus menekan biaya transaksi bagi pelaku usaha kecil menjelang implementasi Oktober 2026. Yang akan mengonfirmasi arah ini adalah data volume transaksi QRIS UMKM setelah aturan bebas biaya itu resmi berlaku Oktober mendatang.

Yang paling menentukan besok adalah apakah akses ke desa-desa terisolir di Flores mulai terbuka, tanda sejauh mana pemulihan pascagempa merambah sampai titik terkecil.

Berita yang terbit Senin, 17 Agustus 2026

Buka edisi terbaru →