Dolar dan Minyak Menekan, Rupiah Sempat Pulih
Sinyal Ketua The Fed Kevin Warsh yang membuka peluang kenaikan suku bunga mendorong dolar AS menguat, dengan peluang kenaikan bunga September naik ke 57 persen, membuat rupiah sempat melemah 0,32 persen ke Rp17.750 dan yen mendekati 160 per dolar. Harga minyak dunia ikut melonjak setelah serangan AS ke peluncur Iran di Selat Hormuz, Brent naik 2,52 persen ke US$90,32 per barel dan WTI naik 2,41 persen ke US$85,41 per barel. Menjelang penutupan, rupiah membaik ke Rp17.741 dan IHSG naik tipis 0,11 persen ke 6.525,48, tanda tekanan pagi belum sepenuhnya menular ke pasar domestik. Dari sini ada dua kemungkinan, tekanan berlanjut atau mereda. Yang lebih mungkin adalah berlanjut, sebab peluang kenaikan bunga The Fed sudah di atas separuh dan konflik AS-Iran di Hormuz belum mereda, sementara skenario mereda baru berlaku kalau inflasi AS turun mendekati target 2 persen sebelum rapat FOMC September atau serangan balasan di Hormuz berhenti. Kedua sinyal itu, data inflasi AS dan perkembangan di Hormuz, akan menentukan arah dalam beberapa pekan mendatang.