Rupiah Tertekan, BI Intervensi Jelang RDG
Rupiah bergerak melemah di kisaran Rp17.847 hingga Rp17.862 per dolar AS, tertekan kenaikan harga minyak dunia dan naiknya utang luar negeri, sementara Bank Indonesia tetap masuk ke pasar NDF untuk menahan pelemahan lebih lanjut. Utang luar negeri Indonesia naik 4,4 persen secara tahunan menjadi US$453,4 miliar pada triwulan II 2026, dengan rasio terhadap PDB 30,6 persen, namun kenaikan ini ditopang aliran dana asing yang membeli surat utang pemerintah dan SRBI, instrumen yang memang dipakai BI untuk menjaga rupiah. Pertumbuhan utang pemerintah sendiri justru melambat dari 3,8 persen ke 2,9 persen, sementara utang swasta mengecil. Arah tekanan pada rupiah sudah jelas masih berlanjut dengan BI mempertahankan pola intervensi, dan kepastiannya akan terlihat dari keputusan BI Rate yang dijadwalkan Rabu besok, 19 Agustus, yang diperkirakan bertahan di 5,75 persen.