Jarak kas korporasi besar dan kecil melebar
BMRI menyiapkan Rp2,4 triliun untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo 30 September, dan SMF menyiapkan Rp260 miliar untuk obligasi yang jatuh tempo 20 Oktober, keduanya jauh sebelum tenggat. Di sisi lain, ADCP belum bisa membayar bunga obligasi Rp10,29 miliar yang jatuh tempo 8 September karena keterbatasan likuiditas. TGRA membukukan rugi Rp259,52 miliar dengan ekuitas ambles 83,45 persen setelah PLN mencairkan bank garansi akibat proyek pembangkit yang molor, sementara MKNT dipindahkan ke papan pemantauan khusus karena ekuitasnya sudah negatif. FORU mencatat rugi melonjak 902 persen dengan pendapatan anjlok 57,27 persen, dan SNLK mencatat rugi naik 182 persen pada tahun ketiga beruntun merugi. Polanya terlihat jelas, korporasi besar masih punya bantalan kas yang kuat, sementara makin banyak emiten kecil dan menengah yang kasnya tergerus. Penanda berikutnya adalah apakah ADCP akhirnya melunasi bunga itu setelah jatuh tempo besok.